"Everyone has their own poker face to hide the deepest secret and to show the most beautiful smile"
Pokerface. Semua orang dilahirkan dengan senjata andalannya untuk menghadapi kesesakan dunia dengan berbagai cara, termasuk dengan cara pokerface. Memasang muka lugu dan berusaha menganggap dirinya adalah anak kecil lugu yang masih belum mengerti dunia.
Aku juga sangat menyukai menjadi seorang yang pokerface. Sensasi yang diberikannya seperti saat kamu mendapatkan kado di tengah malam ulangtahunmu dan menunggu waktu yang tepat untuk membukanya. Apakah isi di dalam kotak akan sama seperti yang kita harapkan ataupun tidak. Sama seperti saat kita menjadi pokerface, berdiam diri dan menunggu reaksi orang-orang di sekitar kita.
Seandainya pokerface adalah sebuah hobi maka aku akan menuliskannya di kolom hobi setiap formulir ataupun biodata yang harus kuisi, dan isi kolom itu tidak hanya diisi dengan hal-hal monoton seperti membaca, mendengarkan musik, aku ingin beda.
Kalian semua pasti pernah merasakan perasaan saat berusaha untuk terlihat tidak terjadi apa-apa di depan teman-teman kita. Aku sangat sering melakukan itu. Aku benci untuk membayangkan wajah orang lain saat melihat seperti apa diriku, aku merasa lebih baik dengan menjadi pokeface, aku merasa lebih diterima dan dapat menerima mereka. Pokerface yang kumiliki adalah tersenyum dan selalu tampak ceria. Aku ga suka melihat wajah orang-orang yang berusaha sok perhatian dan membantuku. Aku pemilih. Aku hanya menerima wajah seperti itu dari sahabat-sahabat yang sudah kuakui. Kuakui dengan caraku sendiri, ga ada cara khusus untuk mengakuinya hanya perlu merasa nyaman berbagi tanpa komitmen sahabat sejati, selamanya, blablabla. Aku ga suka komitmen dalam persahabatan, kenapa kita harus terikat dengan satu atau dua orang sahabat saat kita bisa mencari banyak sahabat. Aku bukan orang yang mengkultuskan kualitas dalam persahabatan, mungkin, aku mencari sebanyak mungkin teman dan hanya akan membiarkan sedikit orang yang benar-benar kuakui sebagai sahabat.
Aku senang menjadi unpredictable. Aku senang menjadi anak-anak yang selalu bertanya. Aku selalu mencari orang yang bersedia menjawab banyak pertanyaanku, orang yang ingin kuperlihatkan wajah dibalik topeng senyumku. Aku sudah menemukannya dan kuharap itu adalah orang yang tepat.
Menjadi pokerface bukanlah sesuatu yang salah, itu menyenangkan saat orang lain mengejekmu dan kalian berpura-pura menjadi anak lugu yang tidak mengerti lelucon itu, menyenangkan mengucapkan hal-hal sarkartis untuk orang-orang yang menyebalkan dan kemudian kalian berlindung di balik pokerface untuk menjadi anak lugu lagi, menyenangkan menjadi unpredictable bagi orang lain.
Pokerface sama seperti kotak pandora. Menyenangkan untuk memberikan kesan penasaran bagi orang lain seperti kotak pandora. Tapi kita tetap harus memilih satu orang yang tepat untuk membuka kotak itu dan menemukan apa isi di dalamnya sama seperti kita harus menemukan orang yang tepat untuk membuka topeng kita dan meletakkannya jauh dari kita. Orang yang tepat adalah orang ternyaman untuk diajak berbagi hal-hal di dalam pandora pikiran kita.
"Routine will kill you if you don't avoid it sometimes"
Kita perlu menjadi berbeda untuk beberapa saat. Kita perlu keluar dari zona aman kita untuk dapat tahu bagaimana dunia yang sebenarnya tanpa kita perlu berlindung dari apapun, menikmati dunia dengan kepala terangkat dan kepercayaan diri masa muda kita bahwa kita bisa melakukan semua hal.
Biarkan semua panca indera kita menjadi lumpuh dan biarkan hati yang mencari orang yang tepat. Berhentilah untuk bersikap skeptis sesaat, temukan waktu dan orang yang tepat. Seperti saat kita berjalan di lorong yang gelap dan bercabang sendirian dan nikmati perjalanan itu sampai suatu saat kita bertemu di satu titik dengan orang yang tepat yang datang dari cabang lainnya. Biarkan tangan kita saling menggenggam dan kembali menjalani lorong itu dengan bantuannya, tidak sendirian dan tidak kesepian.
" Pokerface adalah usaha kita untuk menjadi sama dengan orang lain di tengah perbedaan, namun kita memerlukan seseorang yang dapat menemukan dan menghargai perbedaan kita di tengah banyak kesamaan di dunia ini "
Terima kasih untuk kamu yang telah berhasil mengintip isi dari kotak pandoraku dan membuka topeng yang kukenakan. Terima kasih untuk bersikap penasaran memberanikan diri membukanya dan menerima segala isi dari kotak itu. Semoga kamu bisa menjaga isi kotak pandora yang terbuka ini seperti aku yang menjaganya sebelumnya.



Ngena bgt :)
ReplyDeleteThank you :)
ReplyDelete