Aku menjalani masa-masa SMA ku dengan mereka semua, masa-masa SMA yang bodoh. Meskipun kami bersama bahkan kurang dari 2 tahun. Kami adalah 25 orang yang terdampar di kelas ini dan mayoritas kami masuk ke kelas ini dikarenakan satu alasan sederhan "iseng ikut tes". Kemudian kami menjalani masa-masa awal SMA yang cukup berat. Berbeda dengan kelas lainnya, kami memiliki waktu belajar dan guru yang berbeda. Di saat kelas lain menjalani 1 semester dalam 6 bulan, kami hanya menjalaninya dalam 4 bulan. Aku masih sangat ingat, di semester 1. Kami menjalani beban belajar secara individual dan sifat kompetisi kami sangat tinggi. Pada saat kami menjalani UTS pertama kami, kami semua sangat stres. Aku sendiri pun mengalami hal itu.
Tapi ga lama, kami mengenal satu sama lain. Kami saling berbagi beban da nasib kami yang beda dengan kelas lainnya. Sebenarnya bukan berarti kami dikucilkan oleh kelas-kelas lainnya. Tapi, jadwal belajar kami yang berbeda dan jadwal liburan kami yang sering berbeda dengan mereka menyebabkan kami seakan-akan terpisah dari dunia luar.
Sekilas mungkin banyak orang akan berpikir, masuk kelas akselerasi saat SMA itu tidak enak. Tapi menurutku ga ada yang salah sama aksel waktu SMA. Malah karena waktu yang sempit ini,kami sangat menghargai waktu bersama kami. Kelas bahkan seperti rumah kami, dan rumah asli kami adalah rumah kedua. Hahahaha...Bayangkan saja, kami bahkan bisa ada di sekolah jam 6 WITA hanya untuk datang kelas untuk jam ke-0 . Dan kami pulang sore hari jam 4 atau 5 WITA. Hampir 12 jam kami berada di kelas. Karena kami disediakan loker untuk setiap siswa, terkadang beberapa teman-temanku bawa boneka, bantal, sandal, komik, dll. Hampir semua kegiatan kami lakukan di kelas, mulai dari belajar, makan, tidur, nonton film, ngedisko bareng, main UNO, main judi, hahahaha.
I miss you guys. I miss our stupid activity. Anak aksel memang identik dengan anak pintar, padahal sebenarnya seandainya mereka tau apa yang kami kerjakan saat kelas kami tutup. Dunia seakan milik kelasku. Bahkan saat ada guru di kelas pun, kami akan tetap bermain-main. Kami sendiri lebih mendeskripsikan kelas kami seperti anak-anak kecil, anak-anak autis. Karena itu kami menyebutnya autism.
Aku sendiri menganggap aksel angkatanku adalah angkatan terbandel. Kami sangat serinng membuat guru-guru dan wali kelasku pusing karena kelakuan kami. Dimulai dari kami semua kabur kelas tambahan rame-rame sampai dijemur di tengah lapangan di depan semua kelas lain waktu istirahat, sampai kartu UNO dan remi kami yang dirobek-robek berkali-kali tapi tetap saja kami punya banyak cadangan di loker masing-masing. Hahaha...
Kami memang hampir selalu berada di dalam kelas, tapi itu adalah kebahagiaan untuk kami. Seringnya kami bersama-sama yang membuat kami merasakan bahwa kami adalah keluarga yang senasib terjebak di kelas ini.
Kedekatan kami dimulai dari kegiatan Trip Observation pada saat semester 3. Bepergian selama seminggu untuk menginap bersama ke Surabaya dan Malang menyebabkan kami saling berbagi suka dan duka. Dimulai dari menjelajah jalanan yang sepi di subuh hari hanya untuk melihat lampu-lampu kota Malang dari ketinggian sampai menceburkan diri di kolam renang hotel di sore yang sangat dingin, sampai-sampai saat baru menceburkan diri kami langsung kalap untuk kembali karena ga kuat dingin :D. Banyak sekali kegiatan-kegiatan gila yang kami lakukan. Hal yang sangat sederhana sebenarnya tapi berarti di ingatan kami. Tapi ga semua hal indah. Terkadang kami akan saling bertengkar untuk hal sepele, tapi itulah warna warni kehidupan. Kalau selalu akur ga akan ada warna di kehidupan kami kan?! I really miss you guys :'3
| Kelasku :D |
Kami memang hampir selalu berada di dalam kelas, tapi itu adalah kebahagiaan untuk kami. Seringnya kami bersama-sama yang membuat kami merasakan bahwa kami adalah keluarga yang senasib terjebak di kelas ini.
Kedekatan kami dimulai dari kegiatan Trip Observation pada saat semester 3. Bepergian selama seminggu untuk menginap bersama ke Surabaya dan Malang menyebabkan kami saling berbagi suka dan duka. Dimulai dari menjelajah jalanan yang sepi di subuh hari hanya untuk melihat lampu-lampu kota Malang dari ketinggian sampai menceburkan diri di kolam renang hotel di sore yang sangat dingin, sampai-sampai saat baru menceburkan diri kami langsung kalap untuk kembali karena ga kuat dingin :D. Banyak sekali kegiatan-kegiatan gila yang kami lakukan. Hal yang sangat sederhana sebenarnya tapi berarti di ingatan kami. Tapi ga semua hal indah. Terkadang kami akan saling bertengkar untuk hal sepele, tapi itulah warna warni kehidupan. Kalau selalu akur ga akan ada warna di kehidupan kami kan?! I really miss you guys :'3
| Meja Belajarku :3 |

No comments:
Post a Comment