Setiap cerita pasti mempunyai akhir. Setiap buku pasti akan memiliki waktu saat dia ditutup dan cerita telah selesai. Begitu pula ceritaku. Waktu telah menjawabnya. Setiap orang akan datang dan pergi di kehidupan kita, entah Tuhan akan mengizinkan orang itu tinggal untuk selamanya ataupun hanya sementara.
Sedih dan kehilangan pasti akan selalu dialami saat semua keadaan yang telah menjadi rutinitas kita tiba-tiba berubah. Aku menulis ini tidak untuk menceritakan cerita sedih. Aku menulis ini hanya untuk membagi pemikiranku tentang hubungan yang telah berakhir. Meskipun pengantar dari tulisan ini terlihat galau, tapi aku menulis ini dalam keadaan baik-baik saja dan tidak galau. Aku telah berhasil melewatinya, aku yakin semua orang akan bisa melewatinya, waktu, sahabat, dan keluarga adalah obat penyembuh terbaik.
Meskipun orang tersebut telah berhasil membuka kotak pandoraku, meskipun orang tersebut telah menjadi orang yang berhasil menyingkirkan pokerfaceku, tapi waktu dan takdir memberikan jawaban yang berbeda. Setiap orang datang dan pergi tanpa diduga, tiba-tiba saja suatu saat kita akan bertemu dengan orang yang tidak pernah kita sangka dan suatu saat orang terdekat kita akan pergi meninggalkan kita.
Kehidupan memang ajaib. Aku selalu terkagum-kagum dengan cara kerja Tuhan dalam mempertemukan dan memisahkan manusia. Tuhan memberikan suatu kejadian yang biasanya kita sebut "cosmological coincidence" yang pada dasarnya itu adalah takdir yang digariskan Tuhan dan kejadian yang kita tarik sendiri dari pemikiran kita. Aku sangat percaya bahwa setiap kejadian itu terjadi karena pada dasarnya pemikiran kita sendirilah yang menginginkannya.
I write this story to heal myself. Obat terbaik untuk menghilangkan kesedihan dan kesepian memang berbagi dengan orang lain. Aku telah berhasil menyembuhkan diri dan berbagi dengan orang lain. Setiap kejadian memang terjadi dengan pelajaran dibaliknya. Tuhan memang adil, Tuhan memberi hak kepada setiap manusia untuk memilih bahagia atau tidak. Kesedihan ada untuk melengkapi kebahagiaan seperti halnya ketidak sempurnaan yang ada untuk melengkapi kesempurnaan. Bersedih bukanlah hal yang salah untuk dilakukan, menurutku setiap manusia membutuhkan waktu bersedih dan waktu sendiri. Setiap orang membutuhkan waktu untuk menikmati kesedihannya. Hal yang terpenting bukanlah seberapa lama kamu bersedih namun seberapa bisa kamu menyembuhkan dirimu sendiri.
Aku bersyukur telah melewati berbagai hal dalam hidup. Setidaknya hidupku tidak sedatar papan. Terkadang kita memang membutuhkan waktu untuk kembali fokus kepada diri kita sendiri. Terkadang kita terlalu fokus kepada hubungan dengan pasangan kita dan melupakan impian kita, kebahagiaan kita. Seperti halnya komputer yang seringkali harus direfresh, kehidupan kita juga harus direfresh. Bukan untuk menghilangkan kenangan namun untuk menyegarkan kembali kehidupan kita dan mengisinya kembali dengan calon-calon kenangan lainnya.
Bukan seseorang yang susah untuk dilupakan tapi kenangan dengan seseorang itulah yang susah dilupakan. Ikhlas, menurutku itu adalah obat terbaik. Kenangan bukan untuk dihapuskan tapi untuk disimpan menjadi salah satu pengisi laci otak kita. Pada intinya dari semua hal yang aku bicarakan diatas adalah "syukuri kejadian apapun yang diberikan Tuhan kepada kita". Aku bukanlah munafik ataupun menghibur diri, tapi aku berusaha mempercayai pikiranku dan kepercayaan hidupku. Aku percaya bahwa Tuhan tidak pernah salah memberikan takdirnya. Tuhan tidak pernah salah memperkenalkan kita dengan orang-orang baru. Berbahagialah di dalam kesedihanmu. Bersedih bukanlah hal yang salah untuk dilakukan, nikmatilah kesedihanmu. Syukuri kesedihanmu maka kamu akan mendapatkan bahwa kebahagiaanmu menjadi lebih indah.
Mungkin aku mendapatkan pemikiran ini tidak sendiri. Aku berterima kasih untuk orang-orang terdekatku, orang-orang yang baru kukenal namun bisa memberikan pemikiran bagus. Aku berterima kasih untuk kesempatan "do stupid things together" yang memberikan cukup semangat dan banyak pemikiran baru dalam hidupku. Thanks to my family, my bestfriend, my ex, and my new brother. :D Thank you for being mine for all of you. Thank you God, I always love you.

