SAVE ANIMAL.
Aku memang seorang pencinta hewan, tapi aku bukan seorang vegetarian. Menurutku hati hewan lebih tulus dan mereka memberikan banyak hikmah untuk kita. Mereka menunjukkan kesetiaan dan keluguan dibandingkan anak kecil dari manusia sekalipun.
Kedua orangtuaku juga seorang pencinta hewan, sejak kecil aku sering berinteraksi dengan hewan. Di rumahku banyak terdapat hewan peliharaan sejak aku kecil. Dimulai dari kucing, sampai dengan elang dan burung enggang . Sewaktu aku kecil, ayahku bekerja di sebuah perusahaan kayu di pedalaman Kalimantan. Oleh sebab itu ayahku sering sekali mendapatkan hewan-hewan langka yang merupakan hasil buruan. Ayahku akan mengembalikan ke pemerintah, namun sebelumnya akan dipelihara di rumahku sambil menunggu proses birokrasi selesai.
Aku pernah melihat sebuah video tentang seorang induk anjing laut yang rela mati untuk melindungi anaknya dari pemburu liar. Anak anjing laut itu menangis dan bahkan dia mengeluarkan air matanya saat para ilmuwan memisahkannya dari jasad induknya. Aku tidak habis pikir, mengapa para pemburu itu perlu membunuhnya. Apakah hanya demi bulu indah mereka yang akan dijadikan mantel? Mengapa mantel harus dari bulu mereka? Bukankah domba sudah merelakan bulu-bulunya untuk dicukur dan dijadikan wol, hewan-hewan ternak lainnya juga merelakan dagingnya kita potong dan merelakan kulitnya dijadikan bahan pakaian kita. Apakah pengorbanan mereka tidak ada artinya sampai kita perlu membunuh hewan lainnya? Mengapa uang sangat membutakan?
Aku membenci semua hal itu. Aku benci dengan orang yang senang menyakiti hewan terutama hewan langka. Mereka tidak pernah tahu bagaimana hewan-hewan itu telah berkorban, memberikan hutan mereka untuk kita dan mengapa kita masih harus membunuhnya? Memisahkan sang induk dengan anak mereka? Seorang anak manusia yang berakal saja bahkan tidak bisa hidup tanpa induk ataupun induk asuh mereka. Bagaimana dengan para hewan yang tidak berakal itu?
Aku benci dengan orang-orang yang menganggap hewan itu menjijikkan, menganggap itu adalah sesuatu yang kotor. Mereka hanya ingin kasih sayang dan apakah kalian tidak bisa melakukan hal lainnya selain menendang dan membunuh mereka? Bukankah kalian bisa pergi dan tanpa menghiraukan mereka. Itu lebih baik daripada membunuh mereka.
Mungkin aku terlihat sok tahu, tapi aku sejak kecil hidup dengan banyak hewan dan aku tahu mereka adalah makhluk yang sangat mengerti. Aku ingat waktu aku kecil, waktu aku kesepian karena dimarahi orangtuaku kucing-kucingku akan mendatangiku dan menggesek-gesekkan badannya seakan menghiburku. Aku ingat saat aku mulai besar, aku dikejar oleh anjing liar dan anjingku berlari untuk membelaku padahal saat itu dia sedang sakit dan tidak bisa bergerak karena kakinya luka. Waktu aku kesepian, burung-burung di rumahku akan bernyanyi untukku. Bukankah hewan itu sangat tulus dalam menyayangi?
Aku tidak tahu apa yang bisa kulakukan untuk menyelamatkan hewan-hewan tersebut. Tapi kupikir dengan kumulai dari mengajak orang lain berpikiran sama sepertiku akan mengubah keadaan mereka dan kucoba untuk menyisihkan sedikit uang saku ku untuk donasi mereka. Selain itu aku berusaha untuk menjaga lingkunganku dan tidak mengusik hewan-hewan yang ada. Semoga hal ini berguna.
"Kesetiaan abadi bukanlah kata-kata untuk setia, tapi kenyataan bahwa kamu selalu ada untukku. Karena itu hewan adalah makhluk paling setia karena mereka tidak berbicara dan menunjukkan perasaan mereka dengan perbuatan."
Save Animal, Save Our Earth.
Tulisan ini kutulis untuk orang-orang hebat yang mengabdikan hidup mereka untuk hewan dan masa depan.



No comments:
Post a Comment