Friday, July 13, 2012

MOS, OSPEK, Uji Kedewasaan?!

MOS. Masa Orientasi Siswa. Aku dapat ide nulis tentang ini gara-gara tadi siang aku cerita-cerita sama Dela, adiknya cowoku. 

Aku ingat, aku sudah menjalani 2 masa MOS dan 1 kali OSPEK. Tapi konsep ini masih sangat absurd buat aku. Aku ga tahu kenapa di setiap MOS ataupun OSPEK selalu ada tim yang disediakan untuk marah-marah, ngamuk-ngamuk ga jelas. Waktu aku kuliah, malah lebih parah. Yah namanya bukan OSPEK tapi pengkaderan tapi apa sih bedanya?! 

Di semua institusi pasti ada yang namanya orientasi untuk setiap orang baru. Aku bukan ga setuju sama semua hal seperti itu. Bukan aku menutup diri, menutup mata, ataupun menutup telinga dari hal-hal seperti. Aku cuma ga suka satu unsur disitu. SENIORITAS. Mungkin pikiranku ini terdengar kekanak-kanakan tapi menurutku selama kita masih bisa menerima hal baik dengan cara yang benar, dengan cara pendekatan yang sebenarnya kenapa harus dengan pendekatan secara kasar. Umur bukan penentu semuanya kan?

Yah tapi bisa dibilang aku munafik, meskipun aku berpikir seperti itu tapi aku masih saja mau mengikuti perintah-perintah para senior itu. Tapi entah kenapa aku merasa kalah kalau aku tidak menyelesaikan kegiatan-kegiatan seperti itu. Di kampusku atau lebih spesifik jurusanku senioritas sangat terasa. 

Aku juga pernah jadi senior di SD, SMP, SMA. Aku memang pada dasarnya bukan tipe orang yang suka jaga wibawa ga di tempatnya. Bukannya lebih bagus kalau kita saling akrab satu sama lain? Dan untuk akrab, kesan pertama itu penting. Bagaimana junior bisa akrab dengan senior kalau kesan pertama dari senior adalah muka garang dengan tampang cemberut yang selalu marah-marah tanpa alasan yang jelas.

Alasannya itu untuk mendidik disiplin. Yah asal mereka tahu saja, junior mereka ini juga sudah besar, kami tahu kalau semua itu sudah direncanakan. Kami cuma akan disiplin di depan kalian saja. Bukannya itu yang lebih dikatakan munafik?


Aku suka mengutip quote-quote yang menurutku unik, seperti diatas. 

Maturity is not when we start speaking BIG things. It is when we start understanding small things. 

Dewasa itu bukan waktu kita berbicara hal-hal besar tapi waktu kita bisa memahami hal-hal kecil yang biasanya tidak diperhatikan oleh mereka yang merasa telah dewasa. 

Seseorang  bilang ke aku, "Jangan takut untuk bicara yang benar, dewasa itu bukan umur tapi pikiran" . Kalimat itu benar, sangat benar. Tapi untuk berkata benar itu banyak cobaan kan? Dewasa itu juga bukan lari dari kenyataan yang buruk tapi berusaha untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Setidaknya untuk diri sendiri.

Jadi kalau begitu apa penting senioritas? Apakah menjadi aktivis organisasi menjamin dia punya softskill yang bagus?

Dunia perlu orang yang memahami bukan hanya orang yang berbicara. Dunia juga perlu orang yang mendengar bukan hanya orang yang meminta untuk didengarkan. Dunia juga perlu orang yang bisa berpikir positif, terbuka, dan fleksibel bukan orang yang keras kepala tanpa bisa melihat dari sudut pandang lain.

Aku ga bilang MOS ataupun OSPEK itu salah, tapi kenapa harus diberi unsur dan kesan yang tidak menyenangkan. Bukannya hal indah dan menyenangkan lebih melekat di otak? Disiplin itu bukan paksaan, disiplin itu didapat dari pengalaman. 

Menurutku untuk setiap siswa baru ataupun mahasiswa baru, jangan ulangi kesalahanku dulu. Aku takut dengan OSPEK, aku takut dengan senior. Setelah kujalani, ternyata seru juga membayangkan muka aneh senior-senior itu saat mereka marah-marah dan kuubah menjadi muka kartun di otakku. Aku bahkan kadang menganggap mereka hanya wortel dan kentang yang bisa berbicara. Aku tahu itu sedikit kurang ajar tapi toh itu kan hanya di dalam otak, aku cuma berpikir, itu hak asasi ku.

Jangan pernah mau kalah dengan semua kegiatan itu. Coba jalani dan pikirkan semua yang bisa kamu simpulkan. Pengalaman itu guru yang baik kan? Karena kamu sudah tahu rasanya menjadi junior yang selalu salah itu ga enak jangan pernah menjadi senior yang menyebalkan.

Life is simple. Don't do that if you hate other treat you like that. Tuhan itu ada dan karma itu juga ada. 


No comments:

Post a Comment