Wednesday, July 4, 2012

Kloning manusia? Usaha menjadi Tuhan?


Aku dapat ide untuk cerita tentang kloning karena aku baca salah satu thread dari kaskus yang membahas mengenai kloning manusia. 

Pada awalnya 5 Juni 1996 di Roslin Institute, Edinburgh, telah lahir seekor domba yang diberi nama Dolly. Dolly adalah hasil kloning pertama buatan manusia.

Domba Dolly sendiri tidak bertahan lama dalam hidupnya. Dia hanya mampu bertahan hidup sampai pada 14 Februari 2003. 

Menurut para ilmuwan sendiri hasil kloning memang ga akan bertahan lama sebab daya imunitas yang dimiliki tidak sama dengan makhluk hidup yang memang terlahir dari induknya. 

Bagaimana dengan kloning manusia? Banyak pendapat mengenai hal ini. Ada yang pro dan ada yang  kontra. 

Pendapat-pendapat yang kontra mayoritas masih mengenal dan menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan. Menurut mereka tidak sepantasnya manusia berusaha untuk menciptakan sesama manusia. Itu adalah tugas dari Tuhan YME. Tapi ada juga pendapat pro yang menganggap bahwa dengan hadirnya kloning akan memajukan teknologi dan mempermudah kehidupan manusia. 

Aku sendiri sampai sekarang masih belum mengerti, dilihat dari sisi manakah jadi mempermudah kehidupan manusia. Mungkin itu hanyalah alasan yang dibuat-buat oleh mereka.Kemudian di thread kaskus aku membaca mengenai suatu perusahaan yang mengaku telah berhasil mengkloning manusia. Perusahaan tersebut bernama Clonaid yang bermarkas di Bahama. Perusahaan ini dipimpin oleh seorang wanita yang bernama Brigitte Boisselier.

Brigitte Boisselier
Para ahli sendiri bahkan menyangsikan keberhasilan kloning manusia ini. Sebab dengan struktur tubuh manusia yang sangat rumit kemungkinan kegagalan adalah 90%. Dan kemungkinan 10% keberhasilan itu dengan kelahiran yang cacat. Kalian bayangkan saja, betapa nekatnya perusahaan ini. Namun ternyata tidak hanya perusahaan ini yang melakukan kloning manusia namun juga banyak perusahaan lainnya. Namun mereka tidak pernah mempublikasikan mengenai kegagalan mereka.

Tetapi terkadang ditemukan salah satu foto yang berhasil dipublikasi ke internet oleh perusahaan saingan mereka.
Kloning yang gagal


Proyek yang mereka lakukan ini dapat juga dikatakan ilegal sebab pada dasarnya hal ini melanggar kode etik teknologi biologi sendiri. Aku sendiri kurang  begitu mengerti maksud dari melanggar kode etik ini, tapi menurutku hal itu disebabkan karena mereka berusaha menjadi Tuhan. 

Dapat kita lihat sendiri betapa jauhnya hasil kloning  mereka dari kata sempurna. Bukankah seharusnya kita mengetahui batas-batas kita sebagai makhluk yang ber-Tuhan. 

Apakah hanya dengan alasan memajukan IPTEK hal ini diperbolehkan? Apakah kita semua sebenarnya berusaha menjadi Tuhan?

No comments:

Post a Comment