Y : Kamu mudah sekali ketawa,tahu ga sih?
X : Memang.
Y : Karena memang kamu level jokesnya rendah atau aku yang punya jokes sangat bagus?
X : Ga tau hahahahaha. Aku ga bisa berhenti ketawa. Lucu banget.
Y : Mungkin karena itu aku yang ngomong. Iya kaaan?
X : Iya.
Y : Hah? Serius?
X : Aku sudah bilang kan. It's always been you.
Y : .....
X : Cieeeee salting.
Y : Ga!
X : Lalalala~ gitu doang sudah salting.
Aku suka hujan. Suka Biru. Suka langit. Suka cahaya. Suka ingin tahu. Dan juga kadang suka sok tahu. Semoga nantinya suka kamu. Tapi aku ga tau sih siapa kamu. Semoga kamu suka ceritaku. Oh iya. Aku ENFP. Ini informasi penting, sepertinya sih. Semoga kamu bisa kenal aku. :) Namaku Ade Putri Aulia Wijharnasir. Tapi aku dipanggil Chiko. Jangan tanya kenapa ya. Pokoknya gitu deh.
Wednesday, July 11, 2018
Y : Maaf ya.
X : Maaf kenapa?
Y : Karena kamu bilang mencintaiku begitu berat.
X : Ga kenapa. Setidaknya aku tahu, aku mencintaimu, bukan yang lain. Setidaknya aku tahu, hatiku bisa membedakan mana yang patut dicintai mana yang tidak. Dan aku tahu, kamu orang baik, setidaknya aku bersyukur, hatiku tidak kehilangan kemampuannya.
Y : Maaf.
X : Berhentilah meminta maaf.
Y : Aku tidak pernah tahu, ternyata dicintai sebegitu besar pun, terasa menyakitkan.
X : Sekarang giliranku yang meminta maaf.
Satu minggu timeline twitter dipenuhi #ThaiCaveRescue, cerita heroik abad ini menurutku. Mungkin sih, aku sendiri baru hidup 24 tahun, belum satu abad. Cuma ya setidaknya sepanjang aku hidup, ini cerita heroik penyelamatan yang paling aku suka. Dimulai dari kronologis ceritanya sampai dengan banyaknya pesan kemanusiaan yang bisa aku ambil dari cerita ini.
Sebenarnya mudah untuk mengikuti perkembangan ceritanya, tapi mungkin ada yang baru mengikuti ceritanya sepotong-sepotong tanpa tahu kronologis dari awalnya, atau tidak sempat mengikuti timeline twitter karena kesibukannya, atau juga mungkin sedikit malas membaca tumpukan berita berbahasa inggris yang seperti kebut-kebutan di timeline. Aku pikir, aku mau coba merangkum semua cerita yang kudapatkan dari berbagai sumber (kebanyakan Twitter) yang "sepertinya sahih". Yah, aku bukan reporter, tidak dituntut banyak menulis dengan baik, aku cuma mau menceritakan apa yang kutahu. Semoga saja membantu kamu untuk bisa memahami serunya cerita heroik ini ya.
![]() |
| 12 Wild Boar dan Ekapol |
Ini seperti cerita karangan, karangan Enid Blyton, mungkin kalian familiar dengan judul sejenis Lima Sekawan Terjebak di Gua. Tapi sekarang menjadi dua belas sekawan bersama pelatihnya, dan guanya juga bukan di Inggris (lima sekawan bener di Inggris kan ya?). Cerita petualangan ini dimulai tanggal 23 Juni, hari Sabtu, saat Pheeraphat, nama salah satu dari 13 sekawan ini, sedang berulang tahun. Sweet seventeen kalau bahasa kita. Malam itu dia berencana untuk merayakan ulang tahunnya bersama keluarganya, tapi dia memutuskan untuk merayakannya terlebih dahulu dengan teman-teman tim sepak bolanya di kampung, yang dikenal dengan sebutan tim Moo Pa (dalam bahasa Inggris artinya wild boar, babi hutan). Sepulang latihan sepak bola, Pheeraphat bersama kesebelas temannya, dan juga pelatih mereka, Ekapol Chantawong pergi bersama-sama ke gua yang terkenal di kampung mereka, namanya Tham Luang. Berlatih pernapasan dan mengeksplor gua adalah kegiatan yang sangat biasa di lakukan oleh anak-anak, remaja, dan juga orang dewasa di sana. Bukan hal yang istimewa. Aku membayangkan mungkin seperti kalau kita pergi ke mall begitu ya? B aja.
Tapi, ternyata sampai malam Pheeraphat juga tidak pulang, orang tuanya mulai panik, menelponnya tapi tidak ada yang angkat, menelpon pelatih utama tim sepak bola Pheeraphat juga nihil. Iya, jadi Ekapol itu sebenarnya asisten pelatih, yang kebetulan hari itu menggantikan pelatih utama, dia masih berumur 25 tahun. Akhirnya orang tua Pheeraphat sadar, tidak cuma anaknya yang hilang, tapi kedua belas "wild boar" itu hilang. Panik, pasti. Telpon sana, telpon sini, telpon polisi, pencarian dimulai, ribut sana, ribut sini, bahkan alam juga ikut ribut. Hujan tidak berhenti, badai terus berlangsung, karena memang saat itu sedang musim moonson. Musim dimana saat badai sering terjadi di area antara daerah tropis dan sub tropis (salah satunya Thailand).
Sampai tiba-tiba 24 Juni, ditemukan sepeda mereka dan sepatu bola di depan gua. Seperti film, pencarian jejak kaki dan tangan dimulai, ternyata ada! Ada jejak kaki dan jejak tangan dari para wild boar ini. Terkejutlah semua orang, dan yakin kalau mereka terjebak di dalam, air mengalir deras ke dalam gua, banjir, dan berdasarkan pengalaman mereka, banjir seperti ini baru akan surut 4 bulan lagi. Iya, 4 bulan. Keributan ini yang awalnya hanya di satu perkampungan di utara Thailand, menyebar ke satu negara, saling hujat, saling menyalahkan, kepanikan, bercampur dengan segala macam pemikiran bagaimana cara mengeluarkan mereka. Apakah mereka masih hidup? Bagaimana caranya mereka bisa sampai masuk ke sana? Dan berbagai jenis pertanyaan bagaimana lainnya.
25 Juni, tim penyelam Thailand dikerahkan untuk mencari mereka ke dalam gua. Hujan masih belum berhenti, air makin tinggi, visibility di gua 0. Gelap gulita, sempit, tapi tim pencari tetap berusaha menyelam. Pompa air dinyalakan untuk menyedot sejumlah air, 24 jam nonstop, ada sedikit rongga untuk penyelam, sedikiiiiiiiiiitt sekali. Tapi tiba-tiba alam kembali tidak berpihak, banjir datang, seakan menutup harapan. Keributan ini pelan-pelan mengambil alih kehebohan piala dunia, mulai menggeser berbagai headline news. Perdana menteri menyerah untuk menanganinya sendiri, bantuan internasional pun berusaha didatangkan pada 26 Juni.
![]() |
| Pompa dipasang di mulut gua untuk mengurangi ketinggian air di dalam |
27 Juni, lebih dari 30 personel tentara US dan tiga penyelam ahli dari Inggris didatangkan. Para penyelam ini mengatakan, tingkat kesulitan menyalam di dalam gua ini GILA. Seperti menyelam di dalam kopi, tidak bisa lihat apa-apa. Drone juga digunakan untuk usaha mencari barangkali ada jalan masuk/keluar lain ke gua ini selain dari tempat itu. Beberapa penyelamat juga menempuh bahaya berusaha mencari jalan dari atas gua, melewati tebing, dibatasi jurang, untuk mencari kemungkinan siapa tahu, penyelamatan bisa dilakukan dengan melubangi gua dari atas. Sayang sekali, kecelakaan terjadi, kendaraan mereka tergelincir masuk ke Jurang. Untung mereka masih selamat.
Penyelamatan dengan cara penyelaman juga masih dilakukan. Ratusan tabung oksigen di bawa ke mulut gua, penyelam masih berusaha untuk mencari mereka, jarak ratusan meter, bahkan sudah melebihi 1.5 km ditempuh, tapi nihil. Padahal sudah tanggal 1 Juli. Sudah 1 minggu lebih mereka terperangkap di dalam, harapan mereka masih hidup mulai pupus, tapi dukungan dari dunia menjadi energi mereka. Para penyelam ahli dari berbagai negara datang, Tiongkok, Australia, Inggris, Rusia, Amerika, dan masih banyak lagi. Bahkan Elon Musk! Sang Iron Man! Humanity wins. Semua berusaha, semua berdoa untuk keselamatan para wild boar ini. Bahkan Sisidea, seorang seniman, membuat suatu gambar yang menggambarkan bagaimana seluruh dunia berusaha membantu misi penyelamatan ini.
| Source: Thai Navy Seal/Sisidea |
![]() |
2 Juli. Dua penyelam paling ahli di dunia kembali datang untuk menolong. Richard Stanton dan John Volanthen, mereka 40 dan 50 tahun, tapi masih sangat bugar. Akhirnya mereka berhasil!
Mereka ketemu! Hidup. Ditemukan oleh para penyelam dari UK hampir 4 km di dalam gua, sangat jauh, mereka sedang duduk di atas batuan yang lebih tinggi. Mereka bilang mereka lapar. Tapi mereka semua hidup! Ternyata salah satu dari mereka (kalau tidak salah sang pelatih) sempat membeli cemilan untuk dimakan bersama dan memberikan kejutan untuk si anak ulang tahun, Pheeraphat. Selama 9 hari, mereka berbagi makanan. Hanya snack! 9 hari! 13 orang! Sang pelatih dipuji satu dunia, dia bisa menyelamatkan 12 anak kecil ini tetap hidup dengan cara mengajari mereka tetap tenang, sabar, dengan cara bermeditasi. Mereka minum dari rembesan air di gua. Mereka tetap tenang, berdoa, dan berharap untuk dapat ditemukan, tanpa tahu sudah berapa lama mereka di dalam. Semua orang memuji bagaimana bisa seorang pemuda 25 tahun, dengan segala macam tekanan, dan rasa bersalah, tetap bisa tenang dan membuat 12 anak kecil tetap tenang dan tidak berebut makanan selama lebih dari seminggu. Oh iya, di antara mereka tidak ada yang bisa bahasa Inggris, kecuali ada satu anak, aku lupa namanya, umurnya masih 14 tahun, dia bisa 4 bahasa. Dia yang memastikan kepada tim penyelam kalau mereka semua hidup, tapi mereka lapar, sangat lapar. Dia juga yang menjelaskan kepada 12 orang lainnya kalau mereka harus bersabar, tim penyelam akan segera kembali dengan makanan dan obat-obatan. Secercah harapan.
| Mereka ditemukan! |
4 Juli, tim medis berhasil masuk, dikejutkan dengan kenyataan bahwa ketiga belasnya dalam keadaan sehat, hanya luka lecet, bukan seperti orang yang sudah 9-10 hari berpuasa dan tidak terkena cahaya sama sekali. Ekapol hebat, dunia kembali memuji kehebatannya dan memberikan dukungan sebesar-besarnya agar dia tidak menyalahkan dirinya atas peristiwa ini. Ekapol menuliskan kalimat permohonan maaf kepada seluruh orang tua anak-anak itu, sedangkan anak-anak itu menuliskan ingin makan makanan kesukaan mereka kepada orang tua masing-masing. Sedangkan orang tua mereka? Memastikan bahwa Ekapol tahu kalau tidak ada satupun dari mereka yang menyalahkannya dan berterima kasih karena Ekapol telah menjaga anak mereka, memastikannya hidup, seluruh orang tua ini sangat bersyukur Ekapol ada di antara anak-anak mereka.
5 Juli, mereka sudah dilengkapi dengan makanan, obat-obatan dan selimut foil untuk meningkatkan stamina mereka. Thai Navy Seal beserta satu tim medis, Richard Harris, yang juga merupakan penyelam handal, secara sukarela menunggu bersama mereka di dalam. Misi penyelamatan dimulai. Dunia ribut, mereka bilang ini mission impossible, seluruh orang berusaha memberikan bantuannya, Elon Musk merancang mini submarine yang selesai hanya dalam hitungan hari, scientist datang dengan berbagai solusinya, para pemilik pompa air berbondong-bondong membantu untuk memompa air keluar, para petani merelakan sawah mereka gagal panen karena dibanjiri air yang harus dikeluarkan dari gua, para pencari sarang burung walet yang sudah biasa keluar masuk gua dibelikan tiket pesawat oleh orang desa mereka, di pelosok selatan Thailand, dengan satu tujuan, mereka ingin membantu misi penyelamatan yang mustahil ini, para warga sekitar berbondong-bondong memasak dan memberikan bahan makanan yang mereka punya untuk memberi makan tim penyelamat, bahkan tukang es krim dari tempat yang sangat jauh mengayuh sepeda karena ingin membantu memberikan dagangannya dan memberikan dukungan sebisanya. Para pencuci baju berdatangan untuk membantu mencuci baju tim penyelamat, orang-orang menyediakan tumpangan gratis kapanpun dari bandara ke gua yang berada sangat jauh itu untuk para relawan yang berdatangan dari seluruh dunia, para pemijat datang untuk membantu para tim penyelamat agar cepat pulih setelah berjam-jam melakukan penyelaman, para anak kecil berdoa setiap hari di sekolah mereka untuk kesuksesan misi mustahil ini, para seniman memberikan semangat dengan memberikan gambar-gambar penyemangat kepada seluruh tim, seluruh orang di dunia berdoa untuk keajaiban yang mereka harapkan ada. Bahkan FIFA pun tergerak untuk memberikan semangat kepada tim penyelamat, kepada Ekapol, dan anak-anak itu untuk berjuang sampai akhir. FIFA memberikan surat kepada pemerintah Thailand, meminta izin untuk mengundang anak-anak ini dan Ekapol ke final World Cup 2018, jika mereka keluar dan bisa pulih sebelum hari final dilangsungkan. Seluruh dunia bersorak dan tidak sabar menunggu final World Cup dengan hadirnya ketiga belas wild boar ini disana.
6 Juli, berita duka datang, Saman Kunan meninggal. Seorang tim penyelam ahli dari Thai Navy Seal, seorang pensiunan yang memutuskan kembali mengabdikan kemampuannya untuk menolong sekelompok wild boar ini. Dunia bersedih, kenyataan bahwa ini misi mustahil berebut dengan harapan dari orang-orang di seluruh dunia. Baru kali ini, dunia berdoa untuk satu tim sepak bola yang sama. Saman Kunan menjadi pahlawan bagi semua orang, dia meninggal kehabisan oksigen, saat dia mengantarkan tabung oksigen untuk anak-anak ini di dalam gua. Ironi. Tim semakin sadar, kondisi di dalam gua semakin memburuk.
![]() |
| Saman Kunan |
7 Juli, tim penyelamat mengetahui fakta bahwa kondisi cuaca semakin buruk, waktu yang tersisa hanya 4-5 hari untuk misi penyelamatan ini. Setelah itu, badai akan datang, ketinggian air akan kembali naik dan kemungkinan sangat besar, seluruh orang di dalam akan tenggalam. Kondisi udara di dalam gua buruk, oksigen dihembuskan ke dalam gua untuk membantu mereka tetap bertahan hidup. Masih mengandalkan metode pernapasan yang diajarkan Ekapol, agar mereka lebih tenang, dan jumlah oksigen yang dikonsumsi lebih hemat. Semua orang berusaha percaya, berusaha berharap akan keajaiban.
8 Juli, keajaiban ada! 4 orang anak berhasil diselamatkan setelah melewati proses penyelamatan yang sangat susah. Richard, memastikan kondisi kesehatan anak-anak yang akan diselamatkan, setiap anak didampingi oleh 2 orang penyelam. Satu orang penyelam membawa tabung oksigen untuk anak ini, satu orang dibelakangnya. Tim penyelam berharap yang terbaik, mereka tahu untuk orang dewasa pun cave diving adalah hal yang sangat susah, apalagi untuk mereka, anak kecil, yang bahkan tidak bisa berenang! Tapi harapan berbuah keajaiban. Penyelaman ke kedalaman 4 km dilakukan selama lebih dari 6 jam, keempat orang anak dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Pemerintah memutuskan tidak mengumumkan nama anak yang diselamatkan, dan orang tua mereka pun menyetujui. Atas nama solidaritas. Kedelapan anak lainnya dan Ekapol harus sabar menunggu di dalam selama satu malam. Setidaknya butuh 10 jam untuk mempersiapkan misi penyelamatan tahap dua. Tabung oksigen perlu diisi. Tim penyelamat harus diistirahatkan. Orang di seluruh dunia mengikuti berita ini dan tidak sabar menunggu kelanjutan cerita heroik ini, sambil berdoa untuk keajaiban kedua dan seterusnya.
9 Juli. Keempat anak lainnya sukses dikeluarkan lagi! Lebih cepat dari hari kemarin.Total 8 anak berada di rumah sakit, dan ajaib, mereka sehat. Hanya sangat kelaparan. Dunia sangat senang, dan berdoa untuk 4 orang anak lainnya serta Ekapol. 17 hari di dalam gua, dan kedelapan anak ini dikabarkan sehat dan penuh tawa. Kekhawatiran akan beban mental yang sangat berat diruntuhkan oleh ketangguhan mereka. Seluruh dunia mengidolakan mereka sebagai tim terbaik saat ini di dunia. Tapi badai datang lebih cepat malam itu, seluruh tim mulai khawatir dan berharap 5 orang terakhir beserta ketiga Thai Navy Seal dan juga Richard berhasil keluar dengan selamat.
10 Juli. Ribuan orang di dunia me-reload timeline twitternya setiap berapa menit, berharap kabar baik segera datang. Berdoa dengan caranya dan berharap agar mission impossible ini berubah menjadi possible. Membuktikan keajaiban itu ada. 10 Juli, sore waktu Thailand, hampir malam, sudah hampir gelap, kelima orang terakhir keluar dan diberangkatkan naik helikopter ke rumah sakit! Dunia bersorak, karikatur muncul disana sini, hashtag baru dimunculkan yaitu #hooyah , teriakan yang diserukan tim penyelamat. Dunia berdoa dan menunggu keempat tim penyelamat terakhir keluar dengan selamat. Malam tiba. Keempat pahlawan itu keluar dengan kacamata hitam, bukan supaya keren, supaya mata mereka terlindung, karena sudah berhari-hari mereka berada di dalam kegelapan. Masyarakat mengantri di sepanjang jalan, bertepuk tangan kepada mereka dan mengucapak terima kasih berkali-kali. Seluruh dunia bersorak, menangis, dan membagikan kebahagiaan mereka di berbagai media sosial. Aku juga salah satunya. Dunia juga kembali mengenang Saman Kunan, tanpanya, misi ini mungkin tidak berakhir begini. Semoga Anda senang disana, perjuangan Anda tidak sia-sia Pak :)
11 Juli. Konferensi pers digelar, dengan orang yang sangaaaaat banyak. Semua orang ingin mengetahui kondisi terbaru para wildboar ini. Seperti yang disebut banyak orang, tim ini adalah tim yang sangat kuat, mereka memberikan tanda peace dan tertawa kepada kamera. Semua orang senang dan tidak sabar menunggu 1 minggu kedepan, menunggu kabar, masa karantina mereka di rumah sakit selesai. Tim penyelam pun memuji mental mereka yang sangat luar biasa. Di tengah proses penyelamatan, mereka "diikat" di semacam tandu dan diberikan oksigen menggunakan full face mask. Menurut tim penyelam, scuba diving ini sangat berbahaya, terlebih kalau mereka panik, salah-salah tim penyelamat juga akan celaka dan meninggal. Tapi mereka tidak panik, mereka malah memilih untuk tidur atau memainkan jarinya selama proses penyelamatan ini. Hebat. Kembali dunia berterima kasih kepada Ekapol yang bisa menjaga mental kedua belas anak ini dengan baik. FYI, Ekapol seorang yatim piatu yang sedari kecil mengabdikan dirinya menjadi biksu, namun keluar dari sekolah biksu karena mengabdi dan merawat nenek kandungnya. Kemudian juga mengabdikan dirinya untuk melatih anak-anak kecil dari keluarga yang tidak mampu untuk bermain sepak bola. Sosok yang hebat.
Sayang di hari ini juga, ada kabar duka, ayah dari Richard (dokter yang keluar bersama dengan 3 Thai Navy Seal di akhir penyelamatan) meninggal dunia. Sedih, dunia kembali berdoa untuk keluarganya. Semoga ditabahkan.
| Mereka sehat! |
Ini cerita petualangan yang sangat heroik. Melibatkan dunia dan seluruh kepercayaan dunia akan rasa kemanusiaan. Dimana-mana bertebaran kalimat, "Humanity wins", "Faith in humanity restored", dan sejenisnya. Aku sendiri juga merasa begitu. Cerita heroik ini sayang sekali untuk dilewatkan. Kali ini aku baru cerita tentang kronologinya, lain waktu aku akan cerita tentang orang-orang yang terlibat di baliknya. Keren. Sangat keren. Aku jadi semakin percaya, manusia itu memang pada hakikatnya menjadi orang baik. Semoga aku bisa jadi orang baik, dan selalu jadi orang baik.
X : Jam berapa sekarang?
Y : .....
X : Kamu tidur?
Y : Ga kok, aku lagi lihat itu.
X : Itu? Matahari? Oiya sebentar lagi sunrise. Aku suka sunrise.
Y : Aku juga. Tapi aku lebih suka sekarang, saat-saat aku menunggu sunrise.
X : Kenapa?
Y : Karena aku suka menunggu mungkin?
X : Aneh. Tapi kamu memang begitu kan. Memang aneh, hehehe. Aku juga mau pakai alasan yang sama deh kalau ditanya kenapa aku suka sunrise.
Y : Idih.
X : Sunrise itu kayak kamu tahu ga sih?
Y : Kok bisa?
X : Susah bilang sekarang itu gelap atau terang. Susah bilang sekarang itu malam atau siang. Karena memang punya namanya sendiri.
Y : Terus?
X : Ya kayak kamu. Susah bilang kamu itu jahat atau baik.
Y : Menurut kamu?
X : Ga tahu. Kan kamu sunrise.
Y : Kamu juga sunrise.
X : Karena kamu ga tau aku jahat atau baik?
Y : Bukan.
X : Karena apa?
Y : Hahaha. Yuk, aku mau nunggu sunrise.
X : Yeee...yasudah deh. Aku juga mau nunggu sunrise.
Y : .....
X : Kamu tidur?
Y : Ga kok, aku lagi lihat itu.
X : Itu? Matahari? Oiya sebentar lagi sunrise. Aku suka sunrise.
Y : Aku juga. Tapi aku lebih suka sekarang, saat-saat aku menunggu sunrise.
X : Kenapa?
Y : Karena aku suka menunggu mungkin?
X : Aneh. Tapi kamu memang begitu kan. Memang aneh, hehehe. Aku juga mau pakai alasan yang sama deh kalau ditanya kenapa aku suka sunrise.
Y : Idih.
X : Sunrise itu kayak kamu tahu ga sih?
Y : Kok bisa?
X : Susah bilang sekarang itu gelap atau terang. Susah bilang sekarang itu malam atau siang. Karena memang punya namanya sendiri.
Y : Terus?
X : Ya kayak kamu. Susah bilang kamu itu jahat atau baik.
Y : Menurut kamu?
X : Ga tahu. Kan kamu sunrise.
Y : Kamu juga sunrise.
X : Karena kamu ga tau aku jahat atau baik?
Y : Bukan.
X : Karena apa?
Y : Hahaha. Yuk, aku mau nunggu sunrise.
X : Yeee...yasudah deh. Aku juga mau nunggu sunrise.
Manusia. Susah sekali menepati janjinya. bahkan ke dirinya sendiri. Beberapa bulan yang lalu untuk ke 125479426512659237462 juta kalinya aku berniat untuk konsisten menulis di blog ini, dipandu dengan 30 days writing challenge yang kudapatkan di salah satu akun twitter temanku.
Post pertama tentang ini aku ceritakan disini . Tapi kehidupan yang mulai kembali menuntut banyak perhatian kembali menggagalkan wacana abadiku untuk rajin menulis di blog. Tapi marilah kita selesaikan 30 days writing challenge ini, meskipun nyatanya more than 30 days. Terserah. Yang penting selesai.
Jadi tantangan untuk "hari keempat" kali ini adalah "Write about someone who inspires you."
Aku akan jawab, ayahku. Sebenarnya aku menggunakan kata Abah untuk memanggil beliau, tapi disini aku pakai kata ayah saja ya. Dari dulu aku sudah terbiasa membahasakan abah-ku dengan kata ayah ke teman-temanku. Kebiasaan saja.
Beliau lahir di tahuun 1965, tahun ini sudah berusia 53 tahun dan perjalanan hidupnya sangat berlika liku, terjal, naik turun, dan cap terlalu baik seakan selalu ditempelkan di jidat ayahku. Beliau lahir dari orang tua yang blasteran Belanda. Iya, aku memang ada darah Belanda. Sayangnya aku pendek dan sedikit sipit, jadi sering dikira keturunan Asia Timur, alih-alih Eropa. Yaaaah.
Ayahku sedari muda pergi merantau ke sana ke mari, bersekolah sambil bekerja, dan juga merupakan anak laki-laki satu-satunya di keluarganya. Tapi bukan itu yang mau aku ceritakan.
Semakin aku tumbuh besar, aku sering mendapatkan cerita dari teman-temanku bahwa ayah mereka galak atau ayah mereka cuek ke teman-temannya, atau apapun lah itu. Aku tipe anak yang sering mengajak temanku bertemu dengan orang tua ku. Semakin aku dewasa, aku kuliah, dan teman-temanku mulai banyak berasal dari lingkungan yang berbeda. Aku kemudian bekerja. Di dua tempat yang berbeda jenis industrinya. Kakak ku pun bekerja di industri yang berbeda denganku. Begitu pula dengan sepupuku yang kuliah di bidang yang berbeda. Dan seterusnya. Intinya kami semua berasal dari background pendidikan, pergaulan yang sangat berbeda.
Kemudian aku sadar, ayahku seperti tahu bahan obrolan untuk berbincang dengan siapa saja. Ayahku bisa membicarakan desain kapal denganku, dan mengerti penjelasanku dan tahu lebih banyak dari aku yang, katakanlah, insyinyur perkapalan. Tapi kemudian ayahku sangat mengerti bagaimana sistem perbankan bekerja. Dan kemudian saat sepupuku yang bersekolah di sekolah animasi menceritakan tentang semua proses pembuatan animasi, beliau pun tahu. Begitu pula saat kaka ipar ku datang dengan semua pengetahuan arsitekturnya, teman baik ku dengan detail ilmu desainnya, dan bahkan aku yang menceritakan segala macam tetek bengek drama sekolah magisterku dan segala macam seminar, jurnal, indeks jurnal, dan lain sebagainya, beliau pun tahu dan paham.
Beliau pun tiba-tiba mengajariku software-software editing film baru, mengajariku cara memasak donat yang enak, pizza yang enak, dan yang paling mengejutkan dulu saat askfm belum populer, beliau berhasil kepo dan menemukan akun askfm ku. Apalah itu cuma sekelas facebook, instagram, whatsapp. Kalau orang tua kebanyakan (seperti ibuku), meminta anaknya untuk mengajari menggunakan sosial media. Ayahku kebalikannya, aku pertama kali mengerti cara pakai video call dari beliau, beliau lebih dulu punya akun whatsapp dibandingkan aku.
Karena satu dan lain hal, sebenarnya sudah hampir 1 dekade terakhir ini kondisi beliau untuk mengakses informasi itu sangat susah. Jauuuuh lebih susah dari aku yang bisa mengakses kapan saja. Tapi beliau masih sangat tahu banyak hal, mulai dari memasang jalur listrik sampai dengan cara menguleni adonan kue yang baik. Mulai dari manajemen keuangan sampai jenis DSLR dan bahkan berbagai macam jenis gerakan poco-poco. Sumpah aku saja ga bisa menari poco-poco.
Sebagai informasi, ayahku seorang sarjana ekonomi, yang entah bagaimana aku tidak tahu bisa mengerjakan banyak hal dan tahu banyak hal. Pada akhirnya aku perhatikan bagaimana ayahku bergaul dengan orang sekitarnya. Dan ternyata terjawab.
Beliau selalu mendengarkan orang lain dengan baik, lebih tua, jauh lebih muda, bahkan yang lebih muda dari aku. Menurut beliau ilmu tidak ada yang sia-sia. Sekecil apapun informasi, itu ilmu. Beliau tidak pernah menyerah dengan rasa penasarannya yang tinggi, meskipun sudah berusia cukup tua. Menurutku ini juga yang jadi alasan kenapa beliau terlihat lebih muda dari umurnya. Karena beliau selalu berpikir dengan baik. (Sebenarnya ini katanya juga alasan kenapa orang Jepang berumur panjang, mereka senang berpikir dan beraktivitas).
Aku pun mulai menjadikan ayahku sebagai contoh orang yang tidak pernah berhenti belajar. Aku pun pelan-pelan memandang pria keren itu pria yang bisa seperti ayahku. Beliau pun menjadi benchmark ku mencari pasangan. Dan ternyata tidak hanya aku, kakak ku pun begitu. Entahlah, mungkin memang anak perempuan akan mencari sosok pria yang mirip ayahnya, atau bagaimana lah, tapi pria yang kami kagumi seringkali adalah pria yang bisa bercerita banyak hal baru pada kami, so called pintar (meski bukan berarti IP maha tinggi dan lain-lain, sesederhana, dia sepertinya berpengetahuan).
Aku tidak tahu, apakah ini aku saja atau bagaimana, tapi pria yang berpengetahuan terlihat sangat menarik dengan segala macam ceritanya tentang hal yang dia sukai, dia pelajari, atau baru dia baca atau tonton dari suatu sumber.
Aku ingin nantinya anakku menjadi seperti aku. Dia bisa bilang ayahnya keren, ayahnya tahu banyak hal, dan sampai dewasa pun masih terkejut karena pengetahuan yang diajarkan ayahnya.
Ya seperti aku, aku sudah mempersiapkan diri, jika suatu saat nanti ayahku tiba-tiba membahas mengenai dunia bisnis street wear atau lagu indie denganku.
Oh iya untuk kamu, pria yang mungkin nantinya akan menjadi pasanganku (ga tahu siapa, tulis saja dulu, siapa tahu malaikat sampaikan ke Tuhan), semoga nanti kamu begitu ya. Peace love and gaul.
Coba kita lihat, bagaimana film Dilan 1990 semenakjubkan itu untuk banyak wanita. Bahkan juga pria. Gerombolan orang keluar dari dalam bioskop, dengan senyum malu-malu. Bukan, aku bukan ingin memberikan review tentang film Dilan, mungkin nanti, bukan sekarang, aku masih malas dan memilih untuk menghabiskan waktu menontonnya ulang dibandingkan menulis review.
Cuma aku jadi terpikir untuk menuliskan beberapa shortalks yang aku lamunkan. Entah inspirasinya darimana, dari kejadian nyata, dari film, dari anime, atau bahkan dari hasil menguping omongan orang di jalan. Menurutku, setelah melihat fenomena Dilan, aku sadar ternyata manusia butuh diberi momen manis. Kalau bahasa zaman sekarang, momen baper. Cuma supaya bisa senyum-senyum sendiri, atau jadi modal menyenangkan lawan jenis.
Sepertinya, pengantarnya cukup sampai disini, sekarang aku mau nulis salah satu shortalks yang ada di dalam otakku, sebagai inspirasi dan juga memori.
X : Kamu tahu ga?
Y : Tahu apa?
X : Aku ga suka cowo yang merokok. Aku ga suka bau asapnya.
Y : Eh? Ya ampun maaf. Aku jauhin kursiku ya. Maaf aku ga tahu.
X : Kecuali kamu. Baumu enak ya.
Y : Hah? Enak gimana? Memang aku kue?
X : Baumu enak. Bau rokokmu enak. Dan lagian, kamu selalu jauhin asap rokokmu dari aku kok. Terima kasih ya.
Y : Ga usah nyindir deh.
X : Beneran kok. Kamu lagi berusaha sok keren ya? Tapi berhasil kok, aku biasanya ga pernah bilang cowo merokok itu keren. Tapi sekarang kamu lagi keren.
Y : .....
X : Kamu salting ya? Hahahaha. Payah. Biasanya juga selalu bilang kamu memang keren. Memang ganteng.
Y : Emang ganteng.
X : Iya, rambutmu udah panjang, kalau kamu sibakin rambut kayak tadi, kamu ganteng kelihatannya.
Y : .....
X : Kok diem? Masih salting? Hahahaha. Aku terusin ya. Mukamu lucu kalau begini, salting. Sukurin.
Y : .....
X : Apa sih?
Y : .....
X : Apa sih senyum-senyum gitu.
Y : Sekarang kamu yang salting kan?
X : Ga kok. Apaan sih?
Y : Yakin ga salting?
X : Yakin.
Y : Yasudah. Coba majuin kursinya, jauh banget kamu duduknya.
X : Ga mau ah.
Y : Tukan salting.
X : Ga kok. Nih aku mau majuin.
Y : Kamu kalau bertopang dagu begitu, ngikat rambut ke belakang begitu, cantik.
X : Terus?
Y : Ya cantik. Aku lagi menikmati wajahmu kan, makanya aku senyum-senyum. Aku suka.
X : Hebat ya aku, terusin aja coba.
Y : .....
X : Kalau aku senyum begini makin cantik tidak?
Y : Sini lebih dekat coba.
X : Ga bisa, kepentok.
Y : Wajahmu. Sini deketin. Berani ga?
X : Berani. Aku ga akan salting.
Y : Yaudah sini.
X : Iya.
Y : Senyum kayak tadi lagi dong sambil bertopang dagu.
X : Nih sudah.
Y : *cekrek*
X : Eeeeeeeeeeh ngapaaaaiiiin??? Sini in handphonenya. Apa sih? Kok difoto? Dekat banget lagi.
Y : Hahahahahahahaha. Wajahmu besar banget.
X : Hapus! Mana sini.
Y : Ga. Ga akan.
X : Sini! Hapus. Lagian buat apa sih juga, iseng banget.
Y : Buat penyemangat.
X : Hah?
Y : Aku ga bohong.
X : Yang mana? Yang buat penyemangat?
Y : Yang mana saja, yang mana saja dari semua kalimatku tadi yang mau kamu percaya.
x
Friday, April 13, 2018
"What are your top three pet peeves?"
Pet peeves. Hal-hal yang paling menggangu. Paling annoying. Iya chik, itu translate an doang, ngapain ditulis ulang sih.
Aku sudah cerita kemarin, aku orang yang gampanga adaptasi. Dan benar-benar bisa jadi orang yang beda. Hhhmm...se simple dulu buat aku cuaca panas Surabaya dan asap rokok tidak se menyebalkan itu. Sekarang, cuaca panas pliket-pliket nya Surabaya ini lho, membuat ku ingin mengucapkan sederet versi dari an----. Asap rokok yang rasanya ini kok makin nambah-nambahin rasa panas, bikin pengen arahin kipas angin gitu biar asapnya ke mereka. Jadi first pet peeves aku saat ini.
Cuaca panas pliket-pliket dan asap rokok yang terjadi bersamaan. Ih monggo deh kalau mau terjadi salah satu, tapi jangan jogres. Sungguh, aku ingin shalat taubat rasanya, siapa tau, lebih adem.
Ini foto di atas, exposure nya mentok super silau kayaknya. Hampir ga ada awan. Super biru. Bagus sih buat foto. Bagus banget. Tapi....., pliket nya itu lho. Oiya, aku lupa, tau ga pliket ga ya orang-orang ini? pliket adalah ungkapan untuk menggambarkan badan yang lengket-lengket minyak keringat nyebelin pengen nyebur rasanya. Ya pokoknya begitulah ya. Intinya saat ini cuaca panas dan asap rokok benar-benar top pet peeve ku. Belum ada yang mengalahkannya.
Orang yang nyerobot antrian dan buang sampah sembarangan di depanku. Ih ya ampun. Sebagai kaum yang selalu kalah dalam antrian dan tidak bisa marah balik, aku selalu ngerasa paling terganggu kalau ada yang tiba-tiba nyerobot antrian. Apalagi jujur, semenjak pulang dari Jepang, negara yang dimana-mana antri dan bahkan antrian masuk Harry Potter Attraction di USJ itu 2 jam an dan bisa ngebikin aku memandang semua antrian sekarang itu super pendek dibandingkan ini, tapiiiiii tetap saja. Kenapa sih suka nyerobot antrian.
Oiya. Terus aku ini super sebal kalau ada orang yang buang sampah sembarangan. Apalagi orang yang buang sampah puntung rokok sembarangan sambil naik motor ataupun mobil. Ih ingin sekali rasanya mungut terus dibalikin. Bahaya. Pengen ngeplak kepalanya, tapi takut :( . Nanti dikeplak balik.
Orang yang kalau marah atau nyampein sesuatu kebanyakan kode, dan diberikan di saat yang tidak tepat. Ini beneran tergantung situasi. Buat aku, ternyata menyenangkan juga kadang nebak-nebak maunya orang lain gimana, lagi marah atau ga, ngambek atau ga. Tapi, kalau terlalu banyak dan malah menghambat komunikasi, ini mulai menyebalkan daaaa....n, menuntut ke-stuck-an komunikasi (?). Ya begitulah ya bahasanya. Pokoknya maksud aku, komunikasinya jadi buntu, masalah bukan makin selesai, malah makin ribet, karena si anu ngiranya apa, si itu ngiranya apa. Yah. Ini perkara tabiat, sifat, dan pola komunikasi. Mungkin aku masih butuh berlatih mengerti orang sih. Ya ini berarti si pet peeve yang bersifat tentatif.
Sebenarnya akhir-akhir ini, sejak kembali ke Indonesia 2 minggu lalu, banyak sekali yang mendadak menjadi terasa sangat mengganggu dan menyebalkan. Sekalian lah curhat disini. Banyak yang bilang begini sebelum aku pulang,
"Chiko, kalau pulang dari Jepang, hati-hati ya dengan reverse culture shock nya."
Yah. Aku tahu kalau akan ada yang namanya reverse culture shock , tapi aku baru tahu kalau efeknya ternyata se-mengganggu ini. Dimulai dari cuaca yang mendadak dari winter ke super panas, lengket, lembab, polusi nya Surabaya. Sampai ke macet, makanan, dan orang-orangnya.
Sebenarnya di challenge cuma diminta tiga ya. Tapi ini aku mau tuliskan deh hal-hal yang terasa mengganggu semenjak aku pulang dua minggu yang lalu.
Sebenarnya di challenge cuma diminta tiga ya. Tapi ini aku mau tuliskan deh hal-hal yang terasa mengganggu semenjak aku pulang dua minggu yang lalu.
1. Cuaca yang panas dan lembab
2. Udara yang polusi
3. Bau asap rokok
4. Suara orang ngomong dengan suara keras dan teriak-teriak
5. Fasilitas umum yang penuh coretan dan rusak disana sini
6. Toilet yang kotor dan susah dicari
7. Obrolan dengan orang-orang yang tidak nyambung dan gap yang terjadi
8. Cara kuliah di Indonesia yang harus diadaptasikan lagi
9. Pengurusan berkas yang lamaaaaaaaa dan lelet dan ribet
10. Sampah yang berserakan
11. Orang-orang yang suka merokok dan buang puntung rokok sembarangan
12. Orang-orang yang setelah selesai makan tidak dibereskan dan dibiarkan di meja dan berantakan
13. GA TEPAT WAKTU, yang molornya bisa 1-2 jam, NYEM. Gemes. Tapi yasudahlah.
Dan sebenarnya ada beberapa hal lain. Tapi tetap saja, hidup di Indonesia menyenangkan kok. Dan menurutku ini hanya perkara aku harus beradaptasi lagi. Aku coba berbagai cara untuk beradaptasi dengan cepat selama 2 minggu ini. Aku pikir, aku harus menyibukkan diri dan menghabiskan banyak waktu untuk bersosialisasi dengan banyak orang. Lompat dari satu rapat ke rapat lain. Main dari satu geng ke geng lainnya.
TERNYATA EFEKTIF. Akhirnya aku mulai bisa adaptasi dan lebih sabar menghadapi berbagai orang disini. Setidaknya aku bisa menerima. Tapi tetap satu hal yang masih belum bisa kutangani.
TERNYATA EFEKTIF. Akhirnya aku mulai bisa adaptasi dan lebih sabar menghadapi berbagai orang disini. Setidaknya aku bisa menerima. Tapi tetap satu hal yang masih belum bisa kutangani.
Surabaya ini kenapa jam 1 malam aja real feel temperaturenya 31 derajat dengan kelembaban 85%.
Chiko harus apa ya Tuhan? :( Masa pindah ke Malang.
Thursday, April 12, 2018
Hari kedua. Masih di tempat yang sama dengan kemarin. Hanya bergeser lantai saja. Jam yang berbeda juga. Tapi masih di suhu yang sama dan juga dengan chiko yang sama, yang masih mempertanyakan, kenapa bisa Surabaya sepanas ini.
Kemarin aku sudah tulis di post sebelumnya yang ada di sini , apa saja yang harus kutulis selama 30 hari ini. Hari ini temanya sedikit susah menurutku, tapi menarik.
"Write something that someone told you about yourself that you never forget."
Oke. Mari dimulai saja.
Aku punya teman baik. Beberapa teman baik yang sebenarnya baru-baru saja aku kenal. Mereka saling kenal satu sama lain, dan aku juga sering kok ngobrol dengan mereka, tepatnya beberapa dari mereka. Sampai suatu hari, salah satu dari mereka bilang gini.
"Chiko. Kamu itu anaknya adaptable, baik, cepat adaptasi. Tapi kamu suka ikut-ikutan orang lain ya? Bagus sih, kamu jadi mudah adaptasi. Tapi lucu aja, kelihatan kamu mudah niru orang lain, nyoba samain hobimu, hal yang kamu suka."
Hhhmm...ya sebenarnya tidak pas seperti itu sih kalimatnya. Tapi ya kurang lebih begitulah yang kutangkap. Aku beneran baru sadar pas dia bilang gitu. Aku baru sadar. Aku gampang bergaul dengan banyak orang dan seringnya cara aku adaptasi "agak" bahaya. Aku dengarkan, serap, semua hal baru, kebiasaan baru, nilai-nilai baru, dan tanpa sadar aku lakukan setiap hari. Meski lama kelamaan aku akan mensortir sendiri, kebiasaan mana yang cocok dengan aku mana yang tidak.
Orang ini juga yang bilang, kalau aku tidak perlu minum kopi hanya cuma biar aku bisa mengiyakan temanku saat pergi ke kedai kopi. Orang ini juga yang bilang tidak ada yang salah kalau aku hapal banyak karakter anime tapi aku tidak tahu kalau More Than Words itu lagu Westlife ternyata. Orang ini juga yang bilang kalau ini hanya perkara preferensi. Dan juga orang ini yang memang tidak pernah nyambung ngomongin minat denganku. Minat kita terlalu beda. Entah gimana ceritanya bisa berteman ya.
Dari kalimatnya ini, aku jadi makin berusaha mengenal diriku sendiri. Aku mulai belajar mendengarkan pendapat orang tentang diriku. Aku mulai ikut tes psikologi online, dari yang serius sampai yang tidak serius. Aku mulai bisa mengerti dan bilang ke orang lain kalau aku bukan penghapal lirik yang baik, aku bukan orang yang tahu ini lagu siapa, lirik yang mana, dan lagu jaman kapan. Aku juga bukan orang yang bisa ingat kalau si A itu adalah orang yang sama dengan si B di suatu film. Aku juga bukan orang yang tahu dengan baik bisa menjelaskan apa bedanya pedasnya cabe dan wasabi. Aku juga bukan orang yang bisa menulis dan bercerita dengan baik. Aku juga bukan orang yang tahu jalan cerita stars wars. Aku juga bukan orang yang bisa hapal, novelis ini selalu menulis buku tentang ini. Aku juga bukan orang yang tahu, sepatu merk ini itu harganya berapa.
Dan pelan-pelan aku sadar, oiya aku orang yang tahu kalau Sungmin nya Super Junior itu dulu suka pakai topi bolong atasnya, aku orang yang tahu kalau "pacaran" sama faker itu gimana, aku juga orang yang tahu kalau lagu Tada Mae E nya Hey!Say!Jump itu sebagus apa, aku juga orang yang tahu kalau berjoget bersama Kumamon di depan umum itu menyenangkan, aku juga orang yang tahu kalau berlari ke ayunan dan main ayunan di taman sendirian itu hal yang menyenangkan, aku juga orang yang tahu kalau film Indonesia sekarang banyak yang bagus, aku juga orang yang tahu kalau kebocoran minyak itu maksimal diizinkan seberapa banyak, aku juga orang yang tahu kalau Miiko naik kelas 6 di buku jilid nomor 29.
Aku makin sadar. Oh iya. Semua ini hanya preferensi. Semua ini hanya tentang aku tahu seberapa banyak yang hal aku minati dan ingin ku tahu. Semua ini hanya tentang aku bisa menyerap informasi dan mengingat semua detailnya. Semua ini juga hanya tentang seberapa aku mengenal dan menerima diriku sendiri.
Pelan-pelan aku mulai mengerti diriku sendiri. Aku mulai mengerti passionku dan apa yang ingin kulakukan di hidupku. Aku mulai tahu apa saja yang membuatku bahagia. Aku bertekad untuk setidaknya mengerti satu hal dari diriku sendiri setiap harinya. Dan hal baru yang kupahami tentang diriku sendiri hari ini adalah...
Aku senang berbicara dengan orang lain, aku mendapatkan energi dari berbicara dengan orang. Tapi bukan untuk didengarkan ataupun seperti berjualan. Ternyata aku lebih nyaman saat aku melakukan deep talk , berdiskusi tentang pendapatku, mendengarkan pendapat orang lain tentang hal itu, menyocokkannya dengan yang kupahami, dan memberikan pendapatku kembali. Singkat kata. Konsultasi.
Aku suka saat orang lain berkonsultasi ataupun saat aku berkonsultasi dengan orang lain. Aku mau didengarkan pendapatku oleh orang lain.
Oh iya ada hal lain yang aku sadari sekarang. Baru saja. Sesaat setelah aku mengetik kalimat diatas.
Aku rindu. Rindu banyak hal. Termasuk rindu duduk di suatu tempat, berbicara banyak hal dengan seseorang, dari se sederhana Chopper nya One Piece itu lucu banget sampai seberat jadi ini Prabowo di 2019 bakal gimana di Pilpres.
Ya aku rindu aja sih. Rindu momennya.
Wednesday, April 11, 2018
Dua hari lalu. Apa tiga hari lalu ya. Pokoknya segitu lah ya.
Aku baca salah satu tweet dari temanku di twitter. 30 Day(s) writing chalennge. *harusnya itu pake s deh judulnya. Huft gemash. Okay. Whatever.
Jadi intinya, kok ini terlihat menarik dan bisa dipakai untuk mengisi waktu menulis di blog.
Aku itu tipe yang suka ngobrol, suka cerita, tapi bukan penulis dan storyteller yang baik. Cerita ku pasti loncat kesana kemari. Tidak ada alurnya. Bahasanya ngaco. Hahahaha. Rencanaku untuk mengisi blog ini dengan beberapa label baru saja masih tertunda-tunda, sama ditundanya dengan kamar yang belum kunjung diberesin dari sampai ke Indonesia 2 minggu lalu. Hih.
Jadi aku berencana dengan tantangan ini akan rajin update setiap hari untuk menjawab tantangan ini. Sekalian nambah-nambahin isi blog ini lho yang tidak konsisten terisi ini. Sekalian juga mencari pelampiasan untuk anak ENFP ini yang selalu butuh cerita soal pemikiran-pemikiran gejenya. Oke, sekarang waktunya mulai menjawab tantangan nomor satu.
"List 10 things that make you really happy"
Hal bahagia ya? Ada banyaaaak banget, bahkan lebih dari 10. Tapi ini aku list 10 hal yang sejauh ini bisa aku ingat memberikan rasa bahagia sampai aku berkaca-kaca ataupun refleks teriak dan lompat. Hal-hal bahagia yang bahkan sampai aku menuliskan satu baris kalimat tentang itu, memicu senyuman dan ucapan Terima Kasih Ya Tuhan atas semuanya.
Aku rasanya pengen cerita detail semua nya satu persatu. Tapi kayaknya terlalu panjang
1. Lihat holo motion di Tokyo Disneyland
Aku nonton dan ngerekam ini sambil ngusap air mata. Aku seneng banget. Seneng. Seseneng itu. Aku suka cahaya. Aku suka pertunjukan cahaya. Aku seneng banget.
2. Masuk wahana VR roller coaster di Harry Potter Universal Studio Japan.
Ini pertama kali aku keluar dari roller coaster, nangis karena seneng banget. Seneng banget. Seseneng itu. Roller coaster terkeren yang pernah aku naikin. Aku ga tahu harus seberapa kenceng aku teriak untuk nunjukin aku seseneng apa.
3. Lihat sunrise di Bromo pertama kali
4. Nerima chat dari orang yang ga diduga tapi di saat yang tepat.
Pengen screenshot terus pamer yang chat siapa sih sebenarnya.
5. Diterima student exchange ke Jepang.
Pengen screenshot terus pamer yang chat siapa sih sebenarnya.
6. Dipeluk dan diusek kepalanya di saat yang tepat dan oleh orang yang tepat.
7. Duduk di bawah langit, lihat bintang, ataupun lihat awan.
8. Lihat foto atau video dokumentasi pemandangan alam yang bagus.
9. Fireworks sesudah festival sekolah.
Aku selalu suka fireworks. Bagaimana bisa berbagai zat kimia disulap menjadi pertunjukan cahaya seindah dan sememukau itu. Tapi fireworks sesudah festival sekolah yang sangat melelahkan dengan semua persiapan dan drama di dalamnya, memang tidak ada yang bisa mengalahkan semua rasanya ini.
10. Teriakan dan pelukan bahagia setelah sukses jadi panitia dari suatu acara.
Keindahan fireworks yang diatas. Juga sepaket dengan indahnya pelukan dari semua panitia dan pengunjung yang penuh tawa karena bahagia. Bahkan mengetik ini aja benar-benar membuat ku tersenyum lagi mengingatnya.
Sekali lagi. Terima kasih ya Tuhan untuk semua kebahagiaan kecil dan besar yang selalu datang setiap hari.
Monday, April 9, 2018
Tuhan.
Terima kasih sudah memberikan saya kesehatan untuk selalu bisa menikmati hari-hari saya.
Terima kasih saya diizinkan untuk mengenal banyak orang baru yang menjadi orang-orang terdekat saya sekarang.
Terima kasih mengembalikan teman-teman lama lagi ke hidup saya.
Terima kasih mengajarkan saya bahwa apa yang saya mau bukan berarti yang terbaik dan di waktu yang baik.
Terima kasih mewujudkan mimpi terbesar saya dan deretan bucket list yang hari demi hari saya coret karena tercapai.
Tuhan.
Terima kasih selalu mengabulkan doa-doa saya dengan cara yang tak terduga.
Terima kasih selalu dan tidak pernah berhenti mengingatkan saya untuk menjadi orang yang baik.
Terima kasih telah menunjukkan pada saya, yang pergi akan diganti.
Terima kasih telah melancarkan semua kegiatan dan hal-hal yang saya ingin lakukan sampai hal yang terkecil.
Tuhan.
Terima kasih memberikan saya kesempatan untuk menjalani hari di Jepang selama 6 bulan dengan baik.
Terima kasih mengenalkan banyak sahabat baru kepada saya.
Terima kasih telah mengenalkan banyak guru dan keluarga baru.
Terima kasih telah mengajarkan banyak nilai kehidupan kepada saya selama disana, melalui perantara berbagai orang.
Terima kasih telah memberikan saya kesempatan untuk mengembangkan diri dan memiliki banyak kenangan disana.
Terima kasih telah mengajarkan saya untuk menjadi semakin dewasa dan belajar menangani banyak masalah dan belajar bagaimana berdamai dengan banyak hal.
Tuhan.
Terima kasih bahkan sampai ke kepulangan saya kembali ke Indonesia, saya bertemu dengan sangat banyak orang baik.
Terima kasih engkau selalu menemukan cara untuk membuat saya tetap tersenyum.
Terima kasih untuk semua mimpi yang semakin terasa nyata.
Terima kasih untuk semua senyum dari banyak orang yang saya terima.
Terima kasih untuk kasih sayang yang saya rasakan ataupun tidak saya rasakan.
Terima kasih selalu menunjukkan jalan kemana saya harus pulang.
Tuhan.
Terima kasih banyak.
Terima kasih banyak atas semua hal yang sudah diberikan.
Terima kasih banyak atas keberadaanmu yang sudah saya percaya.
Tuhan.
Terima kasih banyak untuk pemandangan sangat indah ini di perjalanan pulang saya.
Terima kasih banyak untuk pemandangan sangat indah ini yang tidak pernah mengecewakan.
Terima kasih banyak untuk warna biru yang belum pernah menyedihkan.
Tuhan.
Terima kasih banyak untuk pemandangan sangat indah ini di perjalanan pulang saya.
Terima kasih banyak untuk pemandangan sangat indah ini yang tidak pernah mengecewakan.
Terima kasih banyak untuk warna biru yang belum pernah menyedihkan.
Tuesday, March 13, 2018
- Aku cuma mau bikin dia bahagia, Kak -
Itu kalimat yang aku dengar hampir satu bulan yang lalu, dari salah satu adik kelasku disini. Hhhmm...lebih dari satu bulan sih sepertinya. Aku satu bulan ini ternyata cukup sibuk untuk selalu menunda menuliskan cerita ini di blog.
Jadi, pada suatu hari, yang dingin, masih di musim dingin yang katanya sudah menuju musim semi tapi entah kenapa masih aja dingin, aku duduk di lounge di dorm aku. Aku janjian untuk ketemu dia, dan beberapa teman lainnya. Ngomongin hal penting sih niatnya, tapi pasti berujung ke banyak becandanya. Maklum.
Jadi, pada suatu hari, yang dingin, masih di musim dingin yang katanya sudah menuju musim semi tapi entah kenapa masih aja dingin, aku duduk di lounge di dorm aku. Aku janjian untuk ketemu dia, dan beberapa teman lainnya. Ngomongin hal penting sih niatnya, tapi pasti berujung ke banyak becandanya. Maklum.
Sampai, ternyata dia duluan yang datang, dan lamaaa banget kita cuma berdua nunggu yang lain. Cuma ditemani bento box isi karaage yang aku minta dia untuk beli sebelumnya, karena kita lapar. Diam-diaman. Kita ga terbiasa ngobrol satu sama lain sih. Sampai tiba-tiba obrolan basa-basi aku berujung ke dia yang cerita kalau dia menyukai salah satu anak Jepang di kampus kita.
Lucu ceritanya. Kayak komik. Dia ga kenal baik sama cewek itu. "Waktu itu cuma dia cewe yang pertama kali datang ke aku, ngulurin tangan, dan senyum ke aku. Manis banget. Aku jadi suka dia, Kak dari waktu pertama itu. Dia baik, mau nyapa aku."
Aku ketawa dengerin cerita dia, aku baru tau, kalau cowo beneran bisa suka cuma karena diberi senyuman dan sapaan. Dia cerita gimana dia selalu berusaha untuk melihat anak cewe ini dari jauh saat latihan di klub mereka. Dia cerita gimana cewe ini mulai berhenti latihan. Dia cerita gimana dia sudah menyiapkan hadiah Natal untuk semua anak klub, cuma karena biar cewe ini ga risih dan sadar kalau sebenarnya yang ingin dia berikan hadiah cuma cewe ini. Tapi ironis, cewe ini sudah ga pernah datang ke klub lagi. Dia juga cerita gimana dia membuat coklat Valentine sendiri untuk cewe ini, tapi dia tidak pernah berani mengirimkan chat ke cewe ini. Cuma berharap cewe ini akan datang ke klub lagi.
Aku ketawa dengerin cerita dia, aku baru tau, kalau cowo beneran bisa suka cuma karena diberi senyuman dan sapaan. Dia cerita gimana dia selalu berusaha untuk melihat anak cewe ini dari jauh saat latihan di klub mereka. Dia cerita gimana cewe ini mulai berhenti latihan. Dia cerita gimana dia sudah menyiapkan hadiah Natal untuk semua anak klub, cuma karena biar cewe ini ga risih dan sadar kalau sebenarnya yang ingin dia berikan hadiah cuma cewe ini. Tapi ironis, cewe ini sudah ga pernah datang ke klub lagi. Dia juga cerita gimana dia membuat coklat Valentine sendiri untuk cewe ini, tapi dia tidak pernah berani mengirimkan chat ke cewe ini. Cuma berharap cewe ini akan datang ke klub lagi.
"Valentinenya sudah lewat, Kak. Coklatnya aku kasih siapa ya?"
"Jangan sedih gitu mukanya hahaha. Kasih yang lain aja, daripada rusak."
"Tapi aku mau dia yang makan coklat dari aku."
"Yasudah. Kirim chat aja ke dia."
"Sudah kok. Tapi ga dibalas."
"Ya basa-basi dong ah, biar dibalas, biar bisa PDKT, terus tembak deh."
"Bukan, kak. Dia ga perlu tahu kalau aku suka dia. Sebenarnya concern aku cuma di..... dia kenapa ya ga pernah latihan lagi."
"Lho maksudnya?"
"Aku khawatir, aku mau keberadaanku bisa bikin dia semangat, mungkin cuma dengan dikasih coklat dia bisa senang, atau dikasi kalimat penyemangat. Pernah kan kak, misal kita lagi down banget, bahkan ada orang random yang kasih senyuman, kita bisa langsung merasa terselamatkan hidupnya. Aku cuma mau dia bahagia aja, aku takut dia sekarang lagi sedih atau down."
"Terus, kalau dia udah bahagia?"
"Aku cukup seneng cuma liat dia bahagia kok. Dia cantik, aku apalah kak, jelek, biasa aja, ga pinter, bukan orang Jepang. Aku cuma bisa mengusahakan biar dia bahagia, aku cukup kok mencintai dengan cara begini."
Aku diam dengar dia ngomong gitu. Gemas sih. Ternyata mencintai orang bisa sesederhana itu ya. Ternyata mencintai orang bisa juga kok melepaskan berbagai pertanyaan seperti,
Kok dia ga perhatian balik sih?
Kapan dia nembak aku?
Kapan dia nerima aku?
Kok dia ga ada kabar sih?
Kok chat aku ga dibalas sih?
Dan berbagai pertanyaan lain yang kadang menambah ribet proses mencintai orang. Cheesy sih, memang semakin dewasa, tidak cuma cinta aja sih yang harus dipikir. Ada karir, masa depan, persiapan menikah, de el el de el el.
Tapi makasih ya dear adik kelas yang aku ga sebutkan namanya disini. Ceritamu bikin aku jadi ingat. Mencintai juga bisa sesederhana kamu cuma ingin dia bahagia, sebahagia kamu melihat dia lagi bahagia.
"Semoga post ini bisa jadi sweet reminder untuk aku. Dan juga mungkin kamu. Siapapun kamu. Semoga."
Subscribe to:
Posts (Atom)

















