Sunday, December 8, 2013

It's hard to think but It's too sweet to feel

Suatu hari aku membaca catatan kecil di suatu halaman notes seniorku, seniorku di kampus yang bernama Kak Nadia. Aku membaca kalimat seperti ini,

"Cinta itu seperti kopi panas. Ga enak kalau langsung diminum setelah dihidangkan, karena terlalu panas. Tapi ga akan enak jika dibiarkan lama karena sudah terlalu dingin untuk dinikmati."

Dari kalimat itu aku baru sadar, ternyata cinta memang seperti kopi panas. Pada saat baru dihidangkan akan terlalu panas untuk dinikmati, akan terasa berlebihan. Tapi jika dibiarkan terlalu lama maka akan mendingin dengan sendirinya dan tidak enak untuk dinikmati. 

Aku memang masih seorang anak perempuan kecil yang belum mengerti tentang cinta. Aku tidak pernah bisa mengerti apa yang didefiniskan orang lain mengenai cinta. Aku hanya memiliki dua definisi mengenai itu. Cinta itu seperti coklat dan kopi panas.

Aku seorang pencinta kebebasan, aku tidak menyukai keadaan terkekang. Menurutku cinta tidak harus memiliki. Tapi terkadang cinta memang harus memiliki. What a paradox. 



"Cinta itu tidak hanya seperti kopi panas, tapi juga seperti coklat. Coklat akan sangat manis untuk dinikmati sedikit demi sedikit, tetapi coklat akan menjadi hal yang memuakkan jika dinikmati berlebihan dan akan mencair jika didiamkan terlalu lama."


Monday, November 25, 2013

Just Wanna Heal Myself

Setiap cerita pasti mempunyai akhir. Setiap buku pasti akan memiliki waktu saat dia ditutup dan cerita telah selesai. Begitu pula ceritaku. Waktu telah menjawabnya. Setiap orang akan datang dan pergi di kehidupan kita, entah Tuhan akan mengizinkan orang itu tinggal untuk selamanya ataupun hanya sementara.

Sedih dan kehilangan pasti akan selalu dialami saat semua keadaan yang telah menjadi rutinitas kita tiba-tiba berubah. Aku menulis ini tidak untuk menceritakan cerita sedih. Aku menulis ini hanya untuk membagi pemikiranku tentang hubungan yang telah berakhir. Meskipun pengantar dari tulisan ini terlihat galau, tapi aku menulis ini dalam keadaan baik-baik saja dan tidak galau. Aku telah berhasil melewatinya, aku yakin semua orang akan bisa melewatinya, waktu, sahabat, dan keluarga adalah obat penyembuh terbaik.

Meskipun orang tersebut telah berhasil membuka kotak pandoraku, meskipun orang tersebut telah menjadi orang yang berhasil menyingkirkan pokerfaceku, tapi waktu dan takdir memberikan jawaban yang berbeda. Setiap orang datang  dan pergi tanpa diduga, tiba-tiba saja suatu saat kita akan bertemu dengan orang yang tidak pernah kita sangka dan suatu saat orang terdekat kita akan pergi meninggalkan kita.

Kehidupan memang ajaib. Aku selalu terkagum-kagum dengan cara kerja Tuhan dalam mempertemukan dan memisahkan manusia. Tuhan memberikan suatu kejadian yang biasanya kita sebut "cosmological coincidence" yang pada dasarnya itu adalah takdir yang digariskan Tuhan dan kejadian yang kita tarik sendiri dari pemikiran kita. Aku sangat percaya bahwa setiap  kejadian itu terjadi karena pada dasarnya pemikiran kita sendirilah yang menginginkannya. 

I write this story  to heal myself. Obat terbaik untuk menghilangkan kesedihan dan kesepian memang berbagi dengan orang lain. Aku telah berhasil menyembuhkan diri dan berbagi dengan orang lain. Setiap kejadian memang terjadi dengan pelajaran dibaliknya. Tuhan memang adil, Tuhan memberi hak kepada setiap manusia untuk memilih bahagia atau tidak. Kesedihan ada untuk melengkapi kebahagiaan seperti halnya ketidak sempurnaan yang ada untuk melengkapi kesempurnaan. Bersedih bukanlah hal yang salah untuk dilakukan, menurutku setiap manusia membutuhkan waktu bersedih dan waktu sendiri. Setiap orang membutuhkan waktu untuk menikmati kesedihannya. Hal yang terpenting bukanlah seberapa lama kamu bersedih namun seberapa bisa kamu menyembuhkan dirimu sendiri.

Aku bersyukur telah melewati berbagai hal dalam hidup. Setidaknya hidupku tidak sedatar papan. Terkadang kita memang membutuhkan waktu untuk kembali fokus kepada diri kita sendiri. Terkadang kita terlalu fokus kepada hubungan dengan pasangan kita dan melupakan impian kita, kebahagiaan kita. Seperti halnya komputer yang seringkali harus direfresh, kehidupan kita juga harus direfresh. Bukan untuk menghilangkan kenangan namun untuk menyegarkan kembali kehidupan kita dan mengisinya kembali dengan calon-calon kenangan lainnya. 

Bukan seseorang yang susah untuk dilupakan tapi kenangan dengan seseorang itulah yang susah dilupakan. Ikhlas, menurutku itu adalah obat terbaik. Kenangan bukan untuk dihapuskan tapi untuk disimpan menjadi salah satu pengisi laci otak kita. Pada intinya dari semua hal yang aku bicarakan diatas adalah "syukuri kejadian apapun yang diberikan Tuhan kepada kita". Aku bukanlah munafik ataupun menghibur diri, tapi aku berusaha mempercayai   pikiranku dan kepercayaan hidupku. Aku percaya bahwa Tuhan tidak pernah salah memberikan takdirnya. Tuhan tidak pernah salah memperkenalkan kita dengan orang-orang baru. Berbahagialah di dalam kesedihanmu. Bersedih bukanlah hal yang salah untuk dilakukan, nikmatilah kesedihanmu. Syukuri kesedihanmu maka kamu akan mendapatkan bahwa kebahagiaanmu menjadi lebih indah.

Mungkin aku mendapatkan pemikiran ini tidak sendiri. Aku berterima kasih untuk orang-orang terdekatku, orang-orang yang baru kukenal namun bisa memberikan pemikiran bagus. Aku berterima kasih untuk kesempatan "do stupid things together" yang memberikan cukup semangat dan banyak pemikiran baru dalam hidupku. Thanks to my family, my bestfriend, my ex, and my new brother. :D Thank you for being mine for all of you. Thank you God, I always love you.





Tuesday, September 3, 2013

Not Just to See, But Mean It

Tuhan menciptakan manusia ditemani dengan hewan dan tumbuhan sebagai penyokong hidupnya. Tuhan juga mengajarkan kepada manusia untuk menjaga alam-Nya. Aku bukan seorang aktivis lingkungan, bukan juga seorang vegetarian yang menolak memakan protein hewani. Aku cuma ingin menyampaikan beberapa pesan yang aku dapatkan dari gambar-gambar yang dibuat oleh WWF dan beberapa orang yang sangat peduli dengan kelangsungan bumi ini. Sementara aku hanya seorang pencinta hewan yang mencoba menyebarkan pesan kepada orang lain. 

Tidak semua pesan harus disampaikan dengan kata-kata. Pesan yang dapat dimaknai sendiri menurutku akan lebih berarti dan lebih diingat. Semoga gambar-gambar ini dapat mengingatkan kita semua bahwa manusia tidak hidup sendiri di dunia ini.


Your baby tiger

Forest fire

Do It!

Click Save

We will know the value after it extinct

God give us free river

Watch your car!

Do you wanna landscape like this?

Home-less

Save the earth

What a pity tarzan

I hope my child will know what leopard is

Lung forest

Deforestation will kill you

Giant Elephant

Rhino-horn or Rhino-Human Nails

Good idea!

I think 100 years later, it comes true

We know tree help us, but we won't know why we always destroy them

Stop!

Finally, we know that we can't eat money

Thanks for everything, God

God, let us to know how the tree feels

Tree-hand

Camouflage

Good luck, baby tree


Survive

Our child will do this

Click cancel


Tissue

Straw

It seems XL

Can

Future Safari

90's child will understand it


You will do it

We don't have many times

Pity bird

What the f*ck

I hope, I can

Lovely baby tree


Give a hand

Bumi sudah memberikan semua kasih sayangnya untuk kita. Tuhan menciptakan manusia dengan kecerdasan yang lebih dan kasih sayang yang lebih. Kini saatnya manusia menjadi lebih manusia.

"Do you wanna be a true human? Try to feel earth's feeling. You will be know, how devil the human is."

Sunday, September 1, 2013

Being adult is one of hard thing in this world

Semenjak merasakan yang namanya bangku perkuliahan, aku mulai belajar bahwa orang dewasa itu rumit. Semakin dewasa maka semakin susah untuk mendapatkan kebahagiaan dengan mudah. Apakah kalian semua ingat, sewaktu kecil kita sudah cukup bahagia dengan melihat kartun favorit di sepanjang hari Minggu pagi. Tapi saat kita semakin beranjak dewasa, kebahagiaan dapat dipenuhi dengan serentetan syarat.







Entah aku yang terlalu pesimistis atau memang dunia orang dewasa terlihat begitu suram. Setiap hal menjadi sangat mudah dinilai dengan uang. Kepercayaan menjadi mahal harganya. Begitu pula untuk kejujuran. Pemikiran ini semakin jelas kudapatkan setelah aku melakukan kerja praktik. Kerja praktik adalah salah satu mata kuliah wajib di institut tempat aku belajar. Selama kerja praktik, aku dapat menyimpulkan bahwa dunia orang dewasa dipenuhi kecurangan. 

Aku sering mendengar kalimat seperti ini, "Saat kerja, orang yang terlalu jujur dan mudah percaya itu tidak akan bisa bertahan." Aku tidak ingin terlihat sok idealisme, tapi aku masih tidak bisa menerima kalimat itu. Bukankah Tuhan dan Rasul-Nya mengajarkan setiap umatnya untuk jujur? Untuk saling percaya? Kenapa manusia dinilai tidak bisa bertahan jika terlalu jujur. Apakah Tuhan akan menutup pintu rezeki untuk umat-Nya yang taat. Menurutku sih tidak.

Setiap kali aku mengutarakan pemikiran ini, hampir semua teman-temanku berkata aku terlalu naif dan childish. Menurut mereka, aku terlalu percaya bahwa dunia ini seindah novel dan dongeng yang aku baca. Tapi sayangnya aku tidak membaca novel maupun dongeng, aku membaca manga. Jadi menurutku mereka salah jika mengatakan aku terlalu naif.

Apakah semua anak kecil nantinya akan melewati fase sepertiku, dimana berpikir bahwa dunia orang dewasa sangat suram dan miskin kebahagiaan. Apakah nantinya mereka semua akan melewati fase tersebut tanpa merasa terganggu sepertiku. Aku masih merasa yakin bahwa kebahagiaan itu tidak serumit yang diajarkan oleh orang dewasa. Dimana mereka mengajarkan kebahagiaan adalah kesuksesan dan kesuksesan identik dengan uang. 

Aku tidak ingin jadi orang kaya, aku hanya ingin jadi orang yang berkecukupan dimana aku tidak pernah merasa kekurangan dengan apapun yang aku inginkan. Aku dapat membeli apapun yang aku inginkan dan aku tidak pernah merasa kekurangan dengan hal itu. Semoga Tuhan dapat mengabulkan keinginanku. 

Selain itu menurutku semakin kita dewasa, semakin sulit kita menerima perbedaan. Dunia  yang kejam mengajarkan kita untuk memperuncing perbedaan. Lihat saja betapa mudahnya dulu saat kita kecil untuk percaya bahwa mengganggu ibadah orang lain itu adalah suatu perbuatan tercela. Namun semakin kita besar, kita semakin tidak peduli dengan hal itu. 

Mungkin aku terlalu pesimis. Mungkin aku terlalu penakut untuk menghadapi dunia orang dewasa. Tapi ini adalah semua hal yang kurasakan dan mungkin banyak orang juga merasakan hal yang sama.


Tuhan, semoga aku bisa menyayangi-Mu sampai akhir hayatku. Semoga aku bisa menyayangi, jujur, dan percaya pada orang lain seperti kau yang selalu menyayangi, jujur, dan percaya pada setiap umatmu. Tuhan, semoga aku bisa mengabdi pada negeri ini. Negeri Indonesia yang sangat indah ini. Tuhan, semoga kau dapat menjaga generasi muda saat ini termasuk diriku agar tidak merusak kepercayaanmu dan tidak merusak negeri ini. Aamiin.

Semua hal memang tidak akan berjalan dengan mudah. Semoga aku tetap dapat menjadi diriku sendiri dan menjadi orang dewasa yang KEREN. 


Tuesday, January 1, 2013

Me




Aku berharga. Dua buah kata yang menyelamatkan banyak kehidupan, menyelamatkan diriku dan mungkin juga dirimu yang akan membaca tulisan ini. Aku akan sedikit bercerita tentang kehidupanku.
Bertahun-tahun aku hidup di dalam tekanan ambisi. Ambisi untuk dipandang sebagai orang yang baik dan terbaik. Bertahun-tahun kupasang topeng kebaikan untuk menutupi keburukanku. Bertahun-tahun aku menyalahkan diri saat setiap kegagalan datang menghampiri. Bertahun-tahun  pula aku merasakan gunungan perasaan sesak semakin tinggi.Aku tumbuh dan berkembang dengan rasa ambisius yang tidak terkontrol, yang pada akhirnya menggerogoti takdirku.
Aku yakin setiap orang layaknya dua sisi mata koin, layaknya yin dan yang. Setiap orang memiliki sisi baik dan sisi buruk. Setiap orang memiliki potensi dan takdirnya masing-masing, tanpa bisa dicampuri tangan-tangan serakah manusia.
Setiap orang dilahirkan dengan title yang sudah melekat pada dirinya, yaitu makhluk paling sempurna. Itu berarti Tuhan telah menakdirkan bahwa setiap orang berharga. Aku berharga, kamu berharga, dia berharga, semua orang di dunia ini berharga.
Aku tidak berbicara tentang bakat setiap orang. Aku tidak berbicara tentang betapa mahalnya baju seseorang. Bahkan aku juga tidak berbicara tentang seseorang. Aku hanya berbicara tentang takdir Tuhan. “Aku berharga” adalah kalimat yang menolongku di saat aku ditelan kegelapan dan kegilaan rasa ambisius. Selalu menolongku saat aku berpikir aku bukanlah siapa-siapa jika aku tidak menjadi yang terbaik. Bahkan saat aku berpikir hidup itu tidak pernah adil kalimat itu yang menolongku untuk kembali. Kembali mengingat bahwa tanpa apapun aku telah menjadi berharga karena takdir Tuhan.
Aku mempunyai satu mantra yang selalu kuucapkan saat aku merasa bosan dengan kehidupan, jenuh dengan semua tugasku, dan mulai melupakan bahwa aku berharga. Pejamkan mata sejenak dan ucapkan dalam hati “Aku lahir, hidup, berusaha, dan Aku istimewa”. Ulangi kalimat itu dengan suara yang semakin keras seakan-akan kalian adalah pemandu sorak untuk diri kalian sendiri. Penutup dari mantra itu adalah istirahat sejenak dan tidur dengan rasa percaya bahwa kalian berharga. Percayalah, istirahat dan bahagia adalah cara terbaik untuk mengobati diri sendiri. Jangan pernah lupa bahwa Tuhan berkata bahwa kita adalah makhluk paling sempurna dan kita semua hanya perlu menjadi diri sendiri dan bahagia. Hanya itu, tidak akan lebih. Percayalah hidup kalian memiliki arti  untuk orang lain, setidaknya orang tua kalian. J