Saturday, July 7, 2012

Bahagia itu sederhana

           

Happiness in imperfection. 

Kesenangan di dalam ketidak sempurnaan. 

Aku atau mungkin kalian semua sering mendengar kalimat ini. Dulu aku menganggap ini hal yang konyol. Menurutku ketidaksempurnaan cuma membawa kesedihan atau kekecewaan. 

Disini  aku juga mau membagi sedikit curhatanku. 
Aku anak kedua dari dua bersaudara. Keluarga kami hanya terdiri dari 4 orang dan aku berstatus sebagai anak bungsu. Tapi status anak bungsu ga membuat aku jadi anak manja. Ya mungkin sedikit manja lah, tapi masih di dalam batas normal.

Kami bukan dari kalangan atas, yah dalam artian kaya. Tapi ga berarti juga kami ga mampu. Menurutku bisa dikatakan berkecukupan meskipun kami sangat sering mengalami guncangan ekonomi.

Ayah dan ibuku adalah pasangan yang workaholic terutama ayahku. Aku tahu kalau hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kami. Semenjak kecil kami dibiasakan untuk rajin baca, belajar, jarang main di luar, les macam-macam. Orang tua kami membebaskan kami memilih apapun yang kami mau asalkan prestasi kami di sekolah tidak menurun. 

Aku ga bermaksud menyombong, tapi menurutku persyaratan ini bisa aku lalui dengan sempurna selama aku sekolah. Selain itu aku juga dikenal sebagai anak yang ramah di sekolah dan aktif. 

Awalnya aku cukup menikmati kehidupan seperti itu. Tapi lama kelamaan muncul rasa iri ke teman-temanku. Aku iri melihat mereka mendapat hadiah dari orangtua mereka setiap mereka naik kelas. Sementara aku, untuk mendapatkan hadiah aku harus melakukan banyak persyaratan. Aku tau maksud orangtuaku untuk mendidik aku ga manja, tapi manusiawi kan muncul rasa iri. 

Aku juga sering iri melihat setiap liburan mereka akan menyempatkan pergi liburan dengan keluarga mereka. Sementara aku, untuk mudik pun kami lakukan dengan tergesa-gesa dan waktu yang mepet karena orangtuaku yang susah untuk mencari waktu luang. 

Sampai sekarang pun aku kesal saat teman-temanku pamer tentang liburan mereka. Meskipun aku kelihatannya menikmati cerita mereka tapi sebenarnya aku sangat iri dengan mereka. Aku juga iri setiap dengar cerita liburan teman-temanku yang dibolehkan bepergian seorang diri tanpa orangtua. Aku juga ingin seperti mereka tapi aku yakin orangtuaku akan memberikan seribu satu alasan supaya aku ga jadi pergi.

Aku tahu sikapku ini kekanak-kanakan. Tapi menurutku ini manusiawi, rasa iri pasti ada di setiap manusia, kan? Aku benci setiap ditanya liburan kemana aku semester ini. Aku cuma di rumah! Main laptop, main kucing, jaga rumah. What a boring holiday, right?!

Tapi kadang aku ingat seorang temanku pernah bilang gini,

"Aku sebel banget deh sama temen-temenku. Masa ya mereka ngambek-ngambek cuma karena orangtua mereka ga mau diajak liburan? Padahal aku aja jangankan liburan, untuk ketemu  orangtuaku akur di rumah, kumpul kaya dulu udah susah banget"

Hhhmm...kata-katanya cukup menohok juga. Hahaha, ya aku merasa sedikit tersindir.

Menurutku setiap orang punya masalah sendiri-sendiri. Yah mungkin memang sifat manusia yang ga pernah puas jadi selalu aja merasa orang lain lebih bahagia daripada dia. 

Sebenarnya menurutku cuma kita sendiri yang tahu bagaimana diri kita. Seberapa bahagia dan beruntungnya kita. Semuanya kembali lagi ke seberapa ikhlas kita menjalani hidup. Kebahagiaan hidup itu bukan tujuan tapi suatu proses kehidupan.

Bahagia itu sederhana. Sesuai dengan quote diatas, kita hanya perlu merasa bahagia di tengah ketidak sempurnaan. Mungkin kalimat ini terdengar menggurui, tapi menurutku memang seperti itulah hidup. 


Aku sendiri membuktikan dan kita semua juga membuktikan. Sewaktu mood kita sangat buruk mungkin kita bisa bahagia cuma karena mengingat momen menyenangkan atau cuma karena dapat sms dari seseorang. Intinya untuk bahagia cukup dengan jalani hidup kita semua seperti air mengalir dan seseorang yang akan mengarahkan air tersebut supaya ga mengalir ke selokan. Siapapun itu, aku yakin itulah pemegangn ujung benang merah dari kita semua. :) 

Ketidaksempurnaan itu diciptakan untuk melengkapi kesempurnaan agar tetap menjadi sempurna. Dan ketidakbahagiaan diciptakan untuk melengkapi kebahagiaan agar menjadi lebih bahagia. - Me

2 comments:

  1. the best article in this blog....
    thank you for show me the meaning of the happiness with your article....^_^

    ReplyDelete
  2. Your welcome, I'm very happy if you can enjoy it :D

    ReplyDelete