Aku sendiri terlahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun meskipun aku lahir dan besar di daerah ini aku sangat jarang pergi berlibur ke tempat-tempat wisata di daerah ini. Hanya beberapa tempat saja yang pernah aku kunjungi.
Namun aku akan menceritakan beberapa tempat yang telah aku kunjungi tersebut dan juga menunjukkan tempat-tempat yang cukup indah untuk dikunjungi.
1. Pasar Terapung dan Pulau Kambang
Tempat wisata ini aku jadikan satu karena biasanya wisatawan yang berkunjung ke pasar terapung akan mengunjungi pulau kambang saat pulangnya.
Pasar terapung seperti layaknya pasar biasa yang dipenuhi para penjual dan pembeli melakukan transaksi, namun yang istimewa adalah transaksi ini dilakukan antar perahu yang disebut jukung atau klotok oleh warga setempat. Jukung sendiri adalah sebutan untuk perahu tak bermesin sedangkan klotok sebutan untuk perahu bermesin.
Aku telah mengunjungi tempat ini sekitar 2-3 kali. Tempat ini merupakan tempat yang cukup mengasyikkan untuk dikunjungi. Kita akan merasakan sensasi berbelanja antar perahu, makan di warung makan terapung yang tentu ditambah dengan goyangan perahu akibat ombak. Selain itu menurutku hal yang mengasyikkan adalah kita dapat naik bahkan berjalan-jalan di atas atap klotok.
Namun sayang sekali pasar terapung hanya terdapat saat subuh hari sekitar pukul 4 pagi sampai dengan pukul 8 pagi. Lebih dari jam 8 pagi maka perahu-perahu para pedagang tersebut dapat dipastikan sudah sangat sepi dan hampir tidak ada.
Pasar terapung sendiri adalah ikon dari objek wisata Kalimantan Selatan.
Kemudian Pulau Kambang adalah suatu pulau yang berada di tengah-tengah sungai Kuin dan dihuni oleh sekumpulan monyet. Menurut sejarahnya monyet-monyet tersebut telah berada disana semenjak zaman kerajaan dahulu. Bahkan terdapat mitos bahwa jika ada salah seorang wisatawan yang membawa pulang monyet-monyet disana maka akan terkena kutukan dan sakit.
Pemandangan di pulau itu sendiri sangat khas Kalimantan dengan pemandangan hutan yang asri. Meskipun menurut pendapat pribadiku fasilitas disana masih jauh dari kata sempurna namun pemandangan yang disajikan menarik. Monyet-monyet disini pun cukup jinak namun seperti monyet lainnya mereka akan sangat suka merebut barang-barang di tangan kita sehingga kita harus berhati-hati dan menjaga barang kita. Selain itu kita tidak diperbolehkan mengganggu mereka sebab mereka akan berubah menjadi liar dan menggigit mereka. Namun disana telah disediakan unit pertolongan pertama untuk para wisatawan yang mengalami nasib apes seperti itu.
Bahkan jika kita beruntung kita akan bertemu dengan Raja Monyet disana yaitu seekor monyet besar pemimpin mereka disan yang telah berumur tua dan menurut mitos adalah keturunan dari zaman-zaman kerajaan. Selain itu kita juga dapat bertemu dengan maskot Kalimantan Selatan yaitu Bekantan. Bekantan adalah monyet yang berhidung mancung dan kerap kali disebut monyet Belanda.
![]() |
| Bekantan |
2. Masjid Raya Sabilal
Untuk tempat wisata satu ini tergolong tempat wisata religius dan terletak di pusat kota. Bahkan bisa dikatakan pusat kota Banjarmasin terletak di masjid ini. Kalimantan Selatan yang mayoritas dihuni oleh umat Islam menyebabkan budaya Islam yang sangat kuat di daerah ini.
Meskipun lokasi mesjid ini yang terletak di pusat kota namun sangat asri dan luas. Di dalam kompleks mesjid ini terdapat TK, SD, SMP, dan SMA Sabilal. Untuk memasuki daerah ini kita diharuskan memakai pakaian yang rapi, sopan, dan tertutup.
Lokasi mesjid yang dikelilingi oleh rerimbunan pohon-pohon yang berumur tua dan berukuran sangat besar menimbulkan nuansa dingin di lokasi mesjid ini. Tanah-tanah yang dipenuhi rerumputan segar dan dinaungi oleh pohon-pohon besar menyebabkan terkadang tempat ini digunakan sebagai tempat untuk berfoto.
Dari foto dapat kita saksikan mesji raya sabilal dilihat dari bagian pepohonan-pepohonan yang sangat besar itu.
Tempat wisata ini bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya kecuali untuk biaya parkir kendaraan bermotor saja dan itupun berkisar 1000-2000 rupiah saja.
3. Kerbau Rawa Danau Panggang
Tempat wisata ini terletak di kabupaten Hulu Sungai Utara yang bejarak sekitar 185 km dari Banjarmasin. Di daerah ini kerbau-kerbau rawa ini dipelihara di kandang yang terletak di danau sehingga setiap hari kerbau-kerbau tersebut berenang mencari makan dan akan kembali di sore hari.
Setiap tahun akan diadakan atraksi renang dari kumpulan kerbau-kerbau rawa tersebut dan lomba renang kerbau rawa. Lomba renang ini seperti layaknya karapan sapi jika di Madura namun disini kerbau alih-alih berlari mereka akan berenang di danau tersebut. Lomba ini biasanya diadakan sebagai perayaan 17 Agustus.
![]() |
| Kerbau-kerbau sedang berenang dengan dipandu |
4. Pantai Pagatan
![]() |
| Pantai Pagatan |
Pantai ini terletak lebih kurang 8 jam perjalanan dari kota Banjarmasin. Pantai ini menyajikan pemandangan pantai dengan laut biru dan deburan ombak yang relatif kecil sehingga aman untuk berenang. Hasil laut di pantai ini juga sangat terkenal besar-besar dan enak.
Keistimewaan pantai ini adalah setiap tahunnya diadakan acara adat Pesta Laut yang dilakukan oleh para nelayan keturunan Bugis sebagai tanda syukur hasil melaut mereka yang melimpah. Upacara ini biasanya diadakan pada pertengahan bulan April.Selain itu karena tempat wisata ini tergolong jauh sehingga pengunjung yang datang tidak sebanyak pantai-pantai lainnya sehingga setiap wisatawan yang datang ke pantai ini dapat menikmati pemandangan indah sepuas-puasnya.
5. Air Terjun Bajuin

Kalimantan Selatan merupakan provinsi yang tidak dilalui oleh jalur gunung berapi sehingga gunung-gunung yang berada di daerah ini relatif sedikit dan kecil. Namun hal ini tidak mengurangi keindahan dari gunung-gunung ini karena masih terjaganya lingkungan gunung-gunung tersebut. Salah satunya adalah pegunungan Meratus yang dihuni oleh suku Dayak Meratus. Sehingga masih banyak terdapat mitos-mitos yang secara tidak langsung juga turut menjaga kelestarian gunung-gunung tersebut.
Air Terjun Bajuin terletak di kabupaten Tanah Laut. Lokasi air terjun yang terlertak di pegunungan yang selalu dihembus angin kencang menyebabkan air terjun dikatakan seakan-akan menari-nari tertiup oleh angin. Selain itu kondisi alam sekitar yang merupakan hutan yang asri dihuni oleh banyak binatang-binatang dan tumbuhan langka seperti burung enggang, bunga rafflesia arnoldi, dan lain lain.





No comments:
Post a Comment