"What are your top three pet peeves?"
Pet peeves. Hal-hal yang paling menggangu. Paling annoying. Iya chik, itu translate an doang, ngapain ditulis ulang sih.
Aku sudah cerita kemarin, aku orang yang gampanga adaptasi. Dan benar-benar bisa jadi orang yang beda. Hhhmm...se simple dulu buat aku cuaca panas Surabaya dan asap rokok tidak se menyebalkan itu. Sekarang, cuaca panas pliket-pliket nya Surabaya ini lho, membuat ku ingin mengucapkan sederet versi dari an----. Asap rokok yang rasanya ini kok makin nambah-nambahin rasa panas, bikin pengen arahin kipas angin gitu biar asapnya ke mereka. Jadi first pet peeves aku saat ini.
Cuaca panas pliket-pliket dan asap rokok yang terjadi bersamaan. Ih monggo deh kalau mau terjadi salah satu, tapi jangan jogres. Sungguh, aku ingin shalat taubat rasanya, siapa tau, lebih adem.
Ini foto di atas, exposure nya mentok super silau kayaknya. Hampir ga ada awan. Super biru. Bagus sih buat foto. Bagus banget. Tapi....., pliket nya itu lho. Oiya, aku lupa, tau ga pliket ga ya orang-orang ini? pliket adalah ungkapan untuk menggambarkan badan yang lengket-lengket minyak keringat nyebelin pengen nyebur rasanya. Ya pokoknya begitulah ya. Intinya saat ini cuaca panas dan asap rokok benar-benar top pet peeve ku. Belum ada yang mengalahkannya.
Orang yang nyerobot antrian dan buang sampah sembarangan di depanku. Ih ya ampun. Sebagai kaum yang selalu kalah dalam antrian dan tidak bisa marah balik, aku selalu ngerasa paling terganggu kalau ada yang tiba-tiba nyerobot antrian. Apalagi jujur, semenjak pulang dari Jepang, negara yang dimana-mana antri dan bahkan antrian masuk Harry Potter Attraction di USJ itu 2 jam an dan bisa ngebikin aku memandang semua antrian sekarang itu super pendek dibandingkan ini, tapiiiiii tetap saja. Kenapa sih suka nyerobot antrian.
Oiya. Terus aku ini super sebal kalau ada orang yang buang sampah sembarangan. Apalagi orang yang buang sampah puntung rokok sembarangan sambil naik motor ataupun mobil. Ih ingin sekali rasanya mungut terus dibalikin. Bahaya. Pengen ngeplak kepalanya, tapi takut :( . Nanti dikeplak balik.
Orang yang kalau marah atau nyampein sesuatu kebanyakan kode, dan diberikan di saat yang tidak tepat. Ini beneran tergantung situasi. Buat aku, ternyata menyenangkan juga kadang nebak-nebak maunya orang lain gimana, lagi marah atau ga, ngambek atau ga. Tapi, kalau terlalu banyak dan malah menghambat komunikasi, ini mulai menyebalkan daaaa....n, menuntut ke-stuck-an komunikasi (?). Ya begitulah ya bahasanya. Pokoknya maksud aku, komunikasinya jadi buntu, masalah bukan makin selesai, malah makin ribet, karena si anu ngiranya apa, si itu ngiranya apa. Yah. Ini perkara tabiat, sifat, dan pola komunikasi. Mungkin aku masih butuh berlatih mengerti orang sih. Ya ini berarti si pet peeve yang bersifat tentatif.
Sebenarnya akhir-akhir ini, sejak kembali ke Indonesia 2 minggu lalu, banyak sekali yang mendadak menjadi terasa sangat mengganggu dan menyebalkan. Sekalian lah curhat disini. Banyak yang bilang begini sebelum aku pulang,
"Chiko, kalau pulang dari Jepang, hati-hati ya dengan reverse culture shock nya."
Yah. Aku tahu kalau akan ada yang namanya reverse culture shock , tapi aku baru tahu kalau efeknya ternyata se-mengganggu ini. Dimulai dari cuaca yang mendadak dari winter ke super panas, lengket, lembab, polusi nya Surabaya. Sampai ke macet, makanan, dan orang-orangnya.
Sebenarnya di challenge cuma diminta tiga ya. Tapi ini aku mau tuliskan deh hal-hal yang terasa mengganggu semenjak aku pulang dua minggu yang lalu.
Sebenarnya di challenge cuma diminta tiga ya. Tapi ini aku mau tuliskan deh hal-hal yang terasa mengganggu semenjak aku pulang dua minggu yang lalu.
1. Cuaca yang panas dan lembab
2. Udara yang polusi
3. Bau asap rokok
4. Suara orang ngomong dengan suara keras dan teriak-teriak
5. Fasilitas umum yang penuh coretan dan rusak disana sini
6. Toilet yang kotor dan susah dicari
7. Obrolan dengan orang-orang yang tidak nyambung dan gap yang terjadi
8. Cara kuliah di Indonesia yang harus diadaptasikan lagi
9. Pengurusan berkas yang lamaaaaaaaa dan lelet dan ribet
10. Sampah yang berserakan
11. Orang-orang yang suka merokok dan buang puntung rokok sembarangan
12. Orang-orang yang setelah selesai makan tidak dibereskan dan dibiarkan di meja dan berantakan
13. GA TEPAT WAKTU, yang molornya bisa 1-2 jam, NYEM. Gemes. Tapi yasudahlah.
Dan sebenarnya ada beberapa hal lain. Tapi tetap saja, hidup di Indonesia menyenangkan kok. Dan menurutku ini hanya perkara aku harus beradaptasi lagi. Aku coba berbagai cara untuk beradaptasi dengan cepat selama 2 minggu ini. Aku pikir, aku harus menyibukkan diri dan menghabiskan banyak waktu untuk bersosialisasi dengan banyak orang. Lompat dari satu rapat ke rapat lain. Main dari satu geng ke geng lainnya.
TERNYATA EFEKTIF. Akhirnya aku mulai bisa adaptasi dan lebih sabar menghadapi berbagai orang disini. Setidaknya aku bisa menerima. Tapi tetap satu hal yang masih belum bisa kutangani.
TERNYATA EFEKTIF. Akhirnya aku mulai bisa adaptasi dan lebih sabar menghadapi berbagai orang disini. Setidaknya aku bisa menerima. Tapi tetap satu hal yang masih belum bisa kutangani.
Surabaya ini kenapa jam 1 malam aja real feel temperaturenya 31 derajat dengan kelembaban 85%.
Chiko harus apa ya Tuhan? :( Masa pindah ke Malang.















