Thursday, February 8, 2018

Ngomong Cinta

Dulu. Duluuu banget. Aku pernah punya tulisan soal Cinta. Cinta yang seperti kopi. Seperti coklat. Tulisanku waktu itu diakhiri dengan kalimat, aku hanyalah anak kecil, yang belum mengerti akan cinta. 

Sekarang, aku ga tahu, aku masih anak kecil bukan ya. Tahun ini sih aku 24, aku masih anak kecil kan ya? Jawab iya dong, please.  Ya apapun itu, mungkin sekarang aku lagi mau iseng nulis lagi tentang pandanganku soal cinta. Sepertinya aku sudah cukup dewasa kok dan berpengalaman untuk ngomongin cinta. (Terus ngomong gini dengan songongnya saat berstatus jomblo)

Tulisan ini didedikasikan untuk orang-orang yang butuh cinta (?). Atau butuh cina (eh gimana chik maksudnya?)

Buat aku. Cinta itu seperti segelas kopi panas, yang harus diminum pelan-pelan. Kalau ga, nanti bibirmu melepuh. Tapi juga jangan didiamkan terlalu lama, nanti ga enak. Kalau sudah ga enak, takutnya nanti kamu buang. Kasihan.

Buat aku. Cinta itu seperti salju. Putih. Bersih. Cantik. Selalu ditunggu. Tapi kadang terlalu cepat hilang. Kan aku jadi sedih.

Buat aku. Cinta itu seperti hujan. Yang selalu aku suka, kapanpun datangnya. Selalu menenangkan. Selalu aku tunggu. Meski kadang jarang datang. Dan kadang menjadi sedikit menyebalkan. Tapi tetap selalu bikin aku senang.



Buat aku. Cinta itu seperti sekolah. Tempat yang menarik untuk belajar. Tempat yang menyenangkan untuk mencari kesibukan. Tapi juga tempat yang melelahkan, dan selalu dikeluhkan. Meskipun pada akhirnya selalu dirindukan. Aku jadi rindu sekolah.

Buat aku. Cinta itu seperti cuaca di Malang. Dingin. Tapi menyenangkan. Aku suka.  

Buat aku. Cinta itu seperti kucing di asramaku. Aku datang, dia memanggil. Aku mendekat, dia lari menjauh. Aku bertanya kenapa, dia berdiam diri. Jadi aku harus apa?

Buat aku. Cinta itu seperti buku. Meski tahu kalau akan berakhir, masih akan tetap kubuka dan kubaca. Kalau aku suka, akan kubaca pelan-pelan. Biar ga cepat habis, kataku. Kalau sudah habis, nanti aku bingung. Bingung cari buku yang lebih bagus. Yang lebih kusuka.

Buat aku. Cinta itu seperti sepatu. Harus pas. Kalau ga pas, nanti sakit. Kasian. Mending dilepas, cari yang baru. Tapi kalau sudah pas, jangan lupa dirawat, nanti cepat rusak, kan sayang. Beli yang baru mahal, belum tentu juga pas.

Buat aku. Cinta itu seperti anak kecil. Manja. Banyak tanya. Menuntut diperhatikan. Menuntut diiyakan. Tapi, pada akhirnya tetap saja menggemaskan.

Buat aku. Cinta itu seperti belajar main gitar. Sakit. Tapi masih diterusin. Kenapa? Karena suka. 

Buat aku. Cinta itu seperti coklat. Manis. Tapi ga boleh kebanyakan. Nanti eneg.

Buat aku. Cinta itu seperti langit biru. Semu. Ga pernah ada langit biru. Yang ada hanya langit yang merefleksikan cahaya sampai terlihat biru. Tapi tetap indah kan.

Buat aku. Cinta itu seperti Youtube. Banyak channelnya. Banyak yang seru. Banyak juga yang sesat sih. Tinggal pilih.

Buat aku. Cinta itu seperti es krim di kulkasku. Aku sering lupa kalau sudah punya.

Buat aku. Cinta itu seperti warna biru. Yang selalu aku suka. Kenapa? Ga tau. Sekarang lagi mau suka aja. 




No comments:

Post a Comment