Itu kalimat yang aku dengar hampir satu bulan yang lalu, dari salah satu adik kelasku disini. Hhhmm...lebih dari satu bulan sih sepertinya. Aku satu bulan ini ternyata cukup sibuk untuk selalu menunda menuliskan cerita ini di blog.
Jadi, pada suatu hari, yang dingin, masih di musim dingin yang katanya sudah menuju musim semi tapi entah kenapa masih aja dingin, aku duduk di lounge di dorm aku. Aku janjian untuk ketemu dia, dan beberapa teman lainnya. Ngomongin hal penting sih niatnya, tapi pasti berujung ke banyak becandanya. Maklum.
Jadi, pada suatu hari, yang dingin, masih di musim dingin yang katanya sudah menuju musim semi tapi entah kenapa masih aja dingin, aku duduk di lounge di dorm aku. Aku janjian untuk ketemu dia, dan beberapa teman lainnya. Ngomongin hal penting sih niatnya, tapi pasti berujung ke banyak becandanya. Maklum.
Sampai, ternyata dia duluan yang datang, dan lamaaa banget kita cuma berdua nunggu yang lain. Cuma ditemani bento box isi karaage yang aku minta dia untuk beli sebelumnya, karena kita lapar. Diam-diaman. Kita ga terbiasa ngobrol satu sama lain sih. Sampai tiba-tiba obrolan basa-basi aku berujung ke dia yang cerita kalau dia menyukai salah satu anak Jepang di kampus kita.
Lucu ceritanya. Kayak komik. Dia ga kenal baik sama cewek itu. "Waktu itu cuma dia cewe yang pertama kali datang ke aku, ngulurin tangan, dan senyum ke aku. Manis banget. Aku jadi suka dia, Kak dari waktu pertama itu. Dia baik, mau nyapa aku."
Aku ketawa dengerin cerita dia, aku baru tau, kalau cowo beneran bisa suka cuma karena diberi senyuman dan sapaan. Dia cerita gimana dia selalu berusaha untuk melihat anak cewe ini dari jauh saat latihan di klub mereka. Dia cerita gimana cewe ini mulai berhenti latihan. Dia cerita gimana dia sudah menyiapkan hadiah Natal untuk semua anak klub, cuma karena biar cewe ini ga risih dan sadar kalau sebenarnya yang ingin dia berikan hadiah cuma cewe ini. Tapi ironis, cewe ini sudah ga pernah datang ke klub lagi. Dia juga cerita gimana dia membuat coklat Valentine sendiri untuk cewe ini, tapi dia tidak pernah berani mengirimkan chat ke cewe ini. Cuma berharap cewe ini akan datang ke klub lagi.
Aku ketawa dengerin cerita dia, aku baru tau, kalau cowo beneran bisa suka cuma karena diberi senyuman dan sapaan. Dia cerita gimana dia selalu berusaha untuk melihat anak cewe ini dari jauh saat latihan di klub mereka. Dia cerita gimana cewe ini mulai berhenti latihan. Dia cerita gimana dia sudah menyiapkan hadiah Natal untuk semua anak klub, cuma karena biar cewe ini ga risih dan sadar kalau sebenarnya yang ingin dia berikan hadiah cuma cewe ini. Tapi ironis, cewe ini sudah ga pernah datang ke klub lagi. Dia juga cerita gimana dia membuat coklat Valentine sendiri untuk cewe ini, tapi dia tidak pernah berani mengirimkan chat ke cewe ini. Cuma berharap cewe ini akan datang ke klub lagi.
"Valentinenya sudah lewat, Kak. Coklatnya aku kasih siapa ya?"
"Jangan sedih gitu mukanya hahaha. Kasih yang lain aja, daripada rusak."
"Tapi aku mau dia yang makan coklat dari aku."
"Yasudah. Kirim chat aja ke dia."
"Sudah kok. Tapi ga dibalas."
"Ya basa-basi dong ah, biar dibalas, biar bisa PDKT, terus tembak deh."
"Bukan, kak. Dia ga perlu tahu kalau aku suka dia. Sebenarnya concern aku cuma di..... dia kenapa ya ga pernah latihan lagi."
"Lho maksudnya?"
"Aku khawatir, aku mau keberadaanku bisa bikin dia semangat, mungkin cuma dengan dikasih coklat dia bisa senang, atau dikasi kalimat penyemangat. Pernah kan kak, misal kita lagi down banget, bahkan ada orang random yang kasih senyuman, kita bisa langsung merasa terselamatkan hidupnya. Aku cuma mau dia bahagia aja, aku takut dia sekarang lagi sedih atau down."
"Terus, kalau dia udah bahagia?"
"Aku cukup seneng cuma liat dia bahagia kok. Dia cantik, aku apalah kak, jelek, biasa aja, ga pinter, bukan orang Jepang. Aku cuma bisa mengusahakan biar dia bahagia, aku cukup kok mencintai dengan cara begini."
Aku diam dengar dia ngomong gitu. Gemas sih. Ternyata mencintai orang bisa sesederhana itu ya. Ternyata mencintai orang bisa juga kok melepaskan berbagai pertanyaan seperti,
Kok dia ga perhatian balik sih?
Kapan dia nembak aku?
Kapan dia nerima aku?
Kok dia ga ada kabar sih?
Kok chat aku ga dibalas sih?
Dan berbagai pertanyaan lain yang kadang menambah ribet proses mencintai orang. Cheesy sih, memang semakin dewasa, tidak cuma cinta aja sih yang harus dipikir. Ada karir, masa depan, persiapan menikah, de el el de el el.
Tapi makasih ya dear adik kelas yang aku ga sebutkan namanya disini. Ceritamu bikin aku jadi ingat. Mencintai juga bisa sesederhana kamu cuma ingin dia bahagia, sebahagia kamu melihat dia lagi bahagia.
"Semoga post ini bisa jadi sweet reminder untuk aku. Dan juga mungkin kamu. Siapapun kamu. Semoga."
Menurut kamu apa seiring waktu berjalan, rasa cinta bisa hilang saat orang yang kita cinta engga balik mencintai kita? (Ceritanya cinta bertepuk sebelah tangan)
ReplyDeleteTime changes. People changes. Menurutku, mungkin aja kok. Mungkin berubah. Mungkin jadi hilang atau semakin mencinta.
DeleteManusia berhak pergi untuk menemui yang lebih mencintai kok. Sama berhaknya kayak manusia berhak menunggu untuk dicintai.