Monday, September 24, 2012

Don't forget your past! STOP SENIORITAS!

Banyak cerita yang berbeda di semester ini. Semakin berbeda, semakin merasa terpojokkan. Awalnya aku cukup antusias, cukup ingin tahu apa yang akan terjadi di semester ini. Aku akan punya adik kelas dan apa yang harus aku lakukan kepada mereka. Antusiasme itu hilang hanya dalam waktu 3 minggu. Bukan karena banyak mahasiswa baru yang menyebalkan tapi hanya keadaan yang membuat semuanya menjadi terasa lebih menyebalkan.

Aku memang tidak pernah suka dengan orang munafik. Aku ga ada niat untuk menjelek-jelekkan beberapa orang dan beberapa sudut pandang yang mereka gunakan. Aku menceritakan ini semua tanpa niat untuk menjelekkan pihak pihak tertentu. Aku hanya ingin berbagi cerita. It's my blog, it's my world, it's not their business. Aku bercerita dengan caraku, cara yang menurutku menyenangkan meskipun sudah lama ga kulakukan.

Semua hal menyebalkan dimulai dari tingkah banyak orang di kampus saat mahasiswa baru datang. Semua tingkah yang menurutku menyebalkan dan memuakkan. Aku bukan tipe orang yang suka membenci orang lain karena alasan sepele. Meskipun aku seorang yang keras kepala tapi aku juga seorang yang fleksibel. Hanya satu hal yang menurutku sangat menyebalkan, yang menutup kemungkinanku untuk bersikap fleksibel.


Senioritas. Aku sangat benci senioritas. Kenapa harus ada hal seperti itu? Kenapa budaya itu harus selalu dilestarikan? Alasannya klise, karena mendidik disiplin dan melatih etos kerja. Konyol? Memang sangat konyol. Ini semua pendapat pribadi ku. No offense. Aku ga ingin menjelekkan siapapun tapi cuma ingin mengeluarkan pendapatku.

Di kampusku ada kegiatan untuk mahasiswa baru yang dinamakan pengkaderan. Aku ga memberikan label jelek ke kegiatan itu. Tapi aku memberikan jempol terbalik untuk mereka yang sudah ikut pengkaderan tapi ga bisa buat perubahan. Semua kalimat janji diucapkan tanpa makna, janji yang terpenting adalah janji yang spontan dikeluarkan dari hati bukan janji yang dibaca karena merupakan kewajiban untuk lulus dari pengkaderan. Jika tetap seperti itu bukankah tidak ada bedanya? Melatih softskill? Bullshit. Semua itu cuma harapan semu, janji-janji yang dibuat untuk meyakinkan diri sendiri agar terhindar dari rasa hampa karena menyadari hal yang konyol.

Kehidupan ini memang abu-abu, untuk jadi idealis sempurna itu mustahil. Kita semua ada di zona abu-abu. Kita ga akan pernah bisa jadi hitam ataupun putih sempurna. Kita ga akan bisa hidup di satu sudut pandang saja, keluar dari zona aman dan coba liha dunia dari banyak sisi. 

Mayoritas dari teman-temanku adalah pembimbing pengkaderan yang terikat dengan banyak peraturan. Peraturan yang sangat mengikat dan memperuncing masalah kecil. Hal konyol menjadi semakin konyol. Semua hal tentang mahasiswa baru sangat diperhatikan, apakah itu penting? Melatih softskill dengan cara seperti itu? Itu bukan pengkaderan yang benar. Senioritas hanya memperburuk citra pengkaderan. Hal-hal sepele menjadi besar, semua hal menjadi salah jika itu dilakukan oleh junior. 

Jangan pernah lupa, setiap senior pernah merasakan rasanya menjadi junior. Setiap senior tahu rasanya menjadi pihak yang selalu salah dan menjadi serba salah untuk melakukan apapun di depan senior mereka yang dulu. Perubahan!!! Hanya itu yang diperlukan. Kalimat bahwa semua senioritas ini untuk menyiapkan diri ke dunia kerja itu sangat konyol. Jika itu tetap kita lakukan, mata rantai ga akan pernah putus. Bukankah dengan menghentikan budaya itu dari sekaran dan kemudian dibawa ke dunia kerja, bukankah itu lebih bagus?

Rasa hormat itu didapat dari rasa ikhlas untuk tersenyum dan menyapa, bukan dari paksaan senior. Selalu berkata tidak gila senioritas tapi selalu menuntut diberi senyuman tanpa memberikan balasan. Itu adil? Jangan lupakan masa lalu kalian, teman-teman. Sederhana. Ya memang sederhana. Coba melihat sudut pandang dari sisi lain kembali.

Hubungan pertemanan yang baik itu dimulai dari rasa nyaman dan saling menyenangkan. Bukan dari rasa terpaksa dan saling menggunjing di belakang. Ga nyaman? Ga usah berteman dekat. Simple. 

"Don't forget your past! Everyone has their own past and it makes them know about future"

No comments:

Post a Comment