Yuhuu...
As i've been told you in my post before. I will share about my holiday with him. :D
"Ketika jenuh datang, kemasi ranselmu dan pergilah sejenak dari rutinitasmu.Dan nikmati kenangan yang akan datang."
Yaaaayyy :)) , holiday pertama dimulai dari rencana mendadak kami berdua untuk pergi ke Jogja. Sebenarnya kami bepergian dengan modal nekat, karena kedua orangtuaku hampir tidak pernah mengizinkanku bepergian. Ternyata, surpriseeee :p orangtuaku mengizinkanku berlibur. Liburan kali ini adalah kali kedua aku naik kereta api dan kali pertama untuknya naik kereta api. Singkat cerita kami berhasil memesan tiket kereta api dengan modal nekat dan ketidaktahuan bagaimana cara memesan tiket kereta api bahkan jalan menuju stasiun Gubeng Surabaya. Namun pada akhirnya kami berhasil sampai stasiun dan naik kereta tepat waktu.
Enam jam. Enam jam perjalanan yang menyenangkan, kiri-kanan pemandangan yang dinikmati sawah, sawah, dan sawah. Menyenangkan memang untuk awal-awal perjalanan, namun untuk aku yang tidak bisa berdiam diri dalam waktu lama-kelamaan sawah-sawah itu semakin membuatku mengantuk.
Sampai akhirnya sampaaaai di Jogjakarta. Pertama kalinya untuk kami berdua menginjakkan kaki di Jogjakarta, tanpa tahu jalan, dan hanya mengandalkan bahasa Jawa yang seadanya. Hari pertama kami sampai di Jogjakarta, beberapa jam kami habiskan hanya untuk tersasar ke jalan yang kami sama sekali tidak tahu itu dimana hanya untuk mencari hotel yang kami akan tempati. Hari pertama, kedua, dan ketiga dihabiskan dengan bersantai di hotel,jalan-jalan ke Malioboro, benteng Vradenburg, dan berkeliling ke berbagai jalan di Jogjakarta . :)
Meskipun setiap perjalanan kami selalu diwarnai dengan adegan nyasar ke daerah entah dimanakah itu. Sebagai contoh, kami ingin ke Malioboro dari benteng Vradenburg tapi kami nyasar sampai ke Ringroad arah Klaten. Tidak masuk akal. Memang. Karena benteng Vradenburg berjarak sangat dekat dengan Malioboro dan kami nyasar ke daerah yang sangat jauh. :) Yap, tetapi itulah kami. Kami menikmati setiap momen nyasar kami.
Hal paling konyol dan menyenangkan adalah pengalaman gempa pertama untuk kami berdua. Gempa yang cukup besar tiba-tiba menyapa Jogja. Dan yang menyenangkan adalah gempa ini memilih untuk datang pada saat kami berdua di Jogja. Dua orang yang tidak pernah merasakan gempa dan bukannya ketakutan tapi menjadi sangat senang. Konyol. Memang. Tapi ya begitulah kami. Momen ini adalah salah satu momen menyenangkan menurut kami. Di saat kami sedang bersantai di dalam hotel, tiba-tiba gempa besar datang dan kami hanya berdiam diri karena kami pikir itu adalah halusinasi. Saat TV dan dinding mulai bergetar dengan cepat barulah kami menyadari bahwa itu gempa. Hal pertama yang kami lakukan ketika gempa datang bukan menyelamatkan diri melainkan tertawa senang. :) Bahaya memang. Tapi yasudahlah. Pegawai hotel pun tidak membantu dengan baik, bukannya membantu kami menyelamatkan diri. Dia menenangkan kami dan tamu lain di lantai itu, tapi yang menyebalkan setelah menenangkan kami, gempa susulan datang dan dia berlari terlebih dahulu tanpa mengajak kami. Sementara di lantai tersebut seluruh tamu adalah tamu bule kecuali kami dimana sudah jelas kami semua amatiran dalam menghadapi gempa. Tapi ini layak untuk dikenang. Dengan judul kenangan , -Mas penjaga hotel yang panik-
Aku tidak terlalu banyak mendokumentasikan perjalanan liburanku kali ini. Aku terlalu menikmati setiap hal-hal kecil yang terjadi di liburanku. Jogja. Kota pertama yang kami kunjungi bersama untuk pertama kalinya - dengan judul berlibur - . Kota Jogja yang memberikan pengalaman menarik dan sangat menyenangkan. Kota yang pertama yang memberikan keberanian kami untuk berkelana tanpa arah dan hanya bermodal uang dan handphone.
Liburan yang terasa seperti Tiramissu Cake. Cake favoritku yang terasa pahit dan manis di setiap suapannya. Cake yang selalu meninggalkan aroma khas dari suapan pertama sampai dengan suapan terakhirnya. Cake yang selalu membuatku menikmati setiap momen suapan yang kumakan. Begitu juga dengan liburan kali ini. Setiap momen "zonk", "nyasar", dan bahkan gempa pun kami nikmati dengan antusias.
"Jangan pernah melewatkan dan menyalahkan setiap momen di kehidupanmu dengan kesedihan ataupun penyesalan. Enjoy every single moment :)"My last message for you:
Jangan pernah terpukau dengan gempa meskipun kalian belum pernah terkena gempa. Bahaya.

.jpg)

sepertinya seru.
ReplyDeletekapan2 kamu harus coba deh naik becak keliling jogja.
Oh ya? sayang banget kemarin aku belum coba naik becak di jogja :(
ReplyDelete