Aku
berharga. Dua buah kata yang menyelamatkan banyak kehidupan, menyelamatkan
diriku dan mungkin juga dirimu yang akan membaca tulisan ini. Aku akan sedikit
bercerita tentang kehidupanku.
Bertahun-tahun
aku hidup di dalam tekanan ambisi. Ambisi untuk dipandang sebagai orang yang
baik dan terbaik. Bertahun-tahun kupasang topeng kebaikan untuk menutupi
keburukanku. Bertahun-tahun aku menyalahkan diri saat setiap kegagalan datang
menghampiri. Bertahun-tahun pula aku
merasakan gunungan perasaan sesak semakin tinggi.Aku tumbuh dan berkembang dengan
rasa ambisius yang tidak terkontrol, yang pada akhirnya menggerogoti takdirku.
Aku
yakin setiap orang layaknya dua sisi mata koin, layaknya yin dan yang. Setiap
orang memiliki sisi baik dan sisi buruk. Setiap orang memiliki potensi dan
takdirnya masing-masing, tanpa bisa dicampuri tangan-tangan serakah manusia.
Setiap orang
dilahirkan dengan title yang sudah melekat pada dirinya, yaitu makhluk paling
sempurna. Itu berarti Tuhan telah menakdirkan bahwa setiap orang berharga. Aku
berharga, kamu berharga, dia berharga, semua orang di dunia ini berharga.
Aku
tidak berbicara tentang bakat setiap orang. Aku tidak berbicara tentang betapa
mahalnya baju seseorang. Bahkan aku juga tidak berbicara tentang seseorang. Aku
hanya berbicara tentang takdir Tuhan. “Aku berharga” adalah kalimat yang
menolongku di saat aku ditelan kegelapan dan kegilaan rasa ambisius. Selalu
menolongku saat aku berpikir aku bukanlah siapa-siapa jika aku tidak menjadi
yang terbaik. Bahkan saat aku berpikir hidup itu tidak pernah adil kalimat itu
yang menolongku untuk kembali. Kembali mengingat bahwa tanpa apapun aku telah
menjadi berharga karena takdir Tuhan.
Aku
mempunyai satu mantra yang selalu kuucapkan saat aku merasa bosan dengan
kehidupan, jenuh dengan semua tugasku, dan mulai melupakan bahwa aku berharga.
Pejamkan mata sejenak dan ucapkan dalam hati “Aku lahir, hidup, berusaha, dan
Aku istimewa”. Ulangi kalimat itu dengan suara yang semakin keras seakan-akan
kalian adalah pemandu sorak untuk diri kalian sendiri. Penutup dari mantra itu
adalah istirahat sejenak dan tidur dengan rasa percaya bahwa kalian berharga.
Percayalah, istirahat dan bahagia adalah cara terbaik untuk mengobati diri
sendiri. Jangan pernah lupa bahwa Tuhan berkata bahwa kita adalah makhluk
paling sempurna dan kita semua hanya perlu menjadi diri sendiri dan bahagia.
Hanya itu, tidak akan lebih. Percayalah hidup kalian memiliki arti untuk orang lain, setidaknya orang tua
kalian. J

No comments:
Post a Comment