Tuesday, January 1, 2013

Me




Aku berharga. Dua buah kata yang menyelamatkan banyak kehidupan, menyelamatkan diriku dan mungkin juga dirimu yang akan membaca tulisan ini. Aku akan sedikit bercerita tentang kehidupanku.
Bertahun-tahun aku hidup di dalam tekanan ambisi. Ambisi untuk dipandang sebagai orang yang baik dan terbaik. Bertahun-tahun kupasang topeng kebaikan untuk menutupi keburukanku. Bertahun-tahun aku menyalahkan diri saat setiap kegagalan datang menghampiri. Bertahun-tahun  pula aku merasakan gunungan perasaan sesak semakin tinggi.Aku tumbuh dan berkembang dengan rasa ambisius yang tidak terkontrol, yang pada akhirnya menggerogoti takdirku.
Aku yakin setiap orang layaknya dua sisi mata koin, layaknya yin dan yang. Setiap orang memiliki sisi baik dan sisi buruk. Setiap orang memiliki potensi dan takdirnya masing-masing, tanpa bisa dicampuri tangan-tangan serakah manusia.
Setiap orang dilahirkan dengan title yang sudah melekat pada dirinya, yaitu makhluk paling sempurna. Itu berarti Tuhan telah menakdirkan bahwa setiap orang berharga. Aku berharga, kamu berharga, dia berharga, semua orang di dunia ini berharga.
Aku tidak berbicara tentang bakat setiap orang. Aku tidak berbicara tentang betapa mahalnya baju seseorang. Bahkan aku juga tidak berbicara tentang seseorang. Aku hanya berbicara tentang takdir Tuhan. “Aku berharga” adalah kalimat yang menolongku di saat aku ditelan kegelapan dan kegilaan rasa ambisius. Selalu menolongku saat aku berpikir aku bukanlah siapa-siapa jika aku tidak menjadi yang terbaik. Bahkan saat aku berpikir hidup itu tidak pernah adil kalimat itu yang menolongku untuk kembali. Kembali mengingat bahwa tanpa apapun aku telah menjadi berharga karena takdir Tuhan.
Aku mempunyai satu mantra yang selalu kuucapkan saat aku merasa bosan dengan kehidupan, jenuh dengan semua tugasku, dan mulai melupakan bahwa aku berharga. Pejamkan mata sejenak dan ucapkan dalam hati “Aku lahir, hidup, berusaha, dan Aku istimewa”. Ulangi kalimat itu dengan suara yang semakin keras seakan-akan kalian adalah pemandu sorak untuk diri kalian sendiri. Penutup dari mantra itu adalah istirahat sejenak dan tidur dengan rasa percaya bahwa kalian berharga. Percayalah, istirahat dan bahagia adalah cara terbaik untuk mengobati diri sendiri. Jangan pernah lupa bahwa Tuhan berkata bahwa kita adalah makhluk paling sempurna dan kita semua hanya perlu menjadi diri sendiri dan bahagia. Hanya itu, tidak akan lebih. Percayalah hidup kalian memiliki arti  untuk orang lain, setidaknya orang tua kalian. J

No comments:

Post a Comment